Foto : Anang Sastro aktivis SH Terate Pusat Madiun. Menekankan, “Jaga Persaudaraan dan lestarikan ajaran Luhur”, Minggu (01/3).
MADIUN I sibernas.co.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) mengajarkan bahwa lelaku seorang warga bukan hanya tentang kemampuan bela diri saja, tetapi lebih dalam pada pembentukan karakter dan keteguhan batin. Setiap warga dituntun menjadi pribadi berbudi luhur, tahu benar dan salah, serta mampu membawa diri dengan bijaksana di tengah kehidupan bermasyarakat.Ilmu yang dimiliki bukan untuk kesombongan, melainkan sebagai sarana menjaga kehormatan diri dan melindungi sesama.
Dalam ajaran SH Terate, sikap ngalah dan ngalih diutamakan sebelum mengambil tindakan tegas. Mengalah demi kerukunan dan menghindar demi kedamaian adalah bentuk kedewasaan dalam bersikap. Ketegasan hanya ditempuh apabila benar-benar diperlukan untuk membela kebenaran, dengan tetap mengedepankan pengendalian diri serta menjauhi sikap emosional.
Persaudaraan menjadi nafas utama dalam lelaku warga SH Terate. Tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial, setiap warga SH Terate diajarkan untuk saling menghormati dan menjaga satu sama lain. Prinsip andhap asor atau rendah hati juga menjadi pegangan, bahwa semakin tinggi ilmu seseorang, semakin santun dan bijaksana pula sikapnya.
Pada akhirnya, lelaku warga SH Terate bertujuan untuk memayu hayuning bawana, menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhannya. Warga SH Terate diharapkan menjadi teladan di masyarakat, taat pada hukum dan negara, serta mampu memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Kekuatan sejati bukan hanya pada fisik, melainkan pada kematangan jiwa dan keluhuran budi.
Dengan berlandaskan ajaran luhur Persaudaraan Setia Hati Terate, Anang Sastro salah satu aktivis SH Terate berharap seluruh warga mampu mengamalkan nilai budi pekerti luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Ilmu yang diperoleh melalui latihan dan pengesahan hendaknya tidak berhenti pada kemampuan fisik semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam sikap santun, rendah hati, serta mampu menjadi peneduh di tengah masyarakat,” terangnya, Minggu (01/3).
Anang Sastro juga berharap warga SH Terate senantiasa mengedepankan sikap ngalah dan ngalih dalam menyikapi persoalan, sehingga mampu meredam konflik sebelum membesar. Ketegasan hanya digunakan untuk membela kebenaran dan menjaga kehormatan, bukan untuk menunjukkan kekuatan. Dengan demikian, citra SH Terate tetap terjaga sebagai organisasi yang mengutamakan kedamaian dan persaudaraan.

Lebih jauh, ia menekankan persaudaraan antar warga semakin kokoh tanpa terpecah oleh perbedaan pandangan maupun kepentingan. Nilai andhap asor dan semangat memayu hayuning bawana diharapkan menjadi pedoman bersama, agar setiap warga mampu memberi manfaat bagi Masyarakat, bangsa, dan negara.
“Semoga warga SH Terate benar-benar menjadi insan berbudi luhur tahu benar dan salah, kuat lahir batin, serta mampu menjadi teladan yang membawa kebaikan di mana pun berada,” tandasnya.
- Reporter : Timsus-Sibernas.












