Mahasiswa KPM Kelompok 12 Membaur dengan Masyarakat Paringan, Jadikan Warga sebagai Mitra Belajar  

PONOROGO | Siberjatim.co.id —Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Kelompok 12 menjalani program pengabdian di Dukuh Krajan, Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, dengan pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Mereka tidak hanya hadir untuk melaksanakan kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadikan masyarakat sebagai sumber pembelajaran langsung.

Kegiatan KPM ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan melibatkan sejumlah mahasiswa lintas disiplin ilmu. Sejak awal, mahasiswa menegaskan bahwa keberadaan mereka bukan sebagai kelompok eksklusif, melainkan sebagai bagian dari warga yang ikut menjalani kehidupan sehari-hari.

“Kami tidak ingin menciptakan jarak antara mahasiswa dan masyarakat. Justru kami ingin belajar dari mereka, baik dalam aspek sosial, budaya, ekonomi, maupun pemerintahan,” ujar salah satu anggota kelompok, Rabu (17/7/2025).

Aktif dalam Kegiatan Sosial Warga

Mahasiswa turut serta dalam berbagai aktivitas masyarakat, seperti rapat RT, kerja bakti, tahlilan, dan rutinan ibu-ibu. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa terlibat sebagai peserta aktif, tidak sekadar pengamat. Mereka mengaku mendapatkan banyak pelajaran dari nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas yang dijalankan masyarakat secara konsisten.

“Kami belajar bagaimana warga menjaga solidaritas dan menyelesaikan persoalan secara kolektif. Ini menjadi pengalaman yang berharga bagi kami,” tambahnya.

Gali Potensi Ekonomi UMKM Tape Madu

Selain terlibat dalam kegiatan sosial, mahasiswa juga mendalami sektor ekonomi lokal. Salah satu fokus utama mereka adalah UMKM Tape Madu, produk khas Desa Paringan yang telah menembus pasar nasional dan internasional.

Melalui wawancara dan kunjungan lapangan, mahasiswa mempelajari strategi produksi, manajemen pemasaran, dan pengembangan usaha yang dilakukan pelaku UMKM. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dokumentasi pembelajaran mereka selama menjalani KPM.

Pelajari Tata Kelola Pemerintahan Desa

Kegiatan KPM juga dimanfaatkan mahasiswa untuk memahami sistem administrasi dan tata kelola pemerintahan di tingkat desa. Mahasiswa mempelajari proses pengarsipan, pendataan kependudukan, serta mekanisme musyawarah pembangunan desa.

Menurut salah satu anggota kelompok, keterlibatan dalam sistem pemerintahan desa memberi gambaran nyata tentang cara kerja birokrasi di tingkat lokal.

Mahasiswa Belajar dari Warga

Berbagai kegiatan yang dijalankan membuktikan bahwa pelaksanaan KPM bukan hanya soal kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga tentang bagaimana mahasiswa belajar dari realitas kehidupan warga.

“Kami merasa masyarakat justru menjadi guru bagi kami. Nilai-nilai seperti gotong royong, disiplin, dan keterbukaan menjadi bekal yang akan kami bawa ke lingkungan kampus dan masa depan nanti,” ujar mahasiswa lainnya.

Kegiatan KPM Kelompok 12 dijadwalkan akan berakhir pada pertengahan Agustus 2025. Seluruh aktivitas mereka akan disusun dalam laporan akhir dan dipresentasikan sebagai bagian dari refleksi pembelajaran.

  • Reporter : Minul Anggraeni