Jelang Suro, Pemerintah Kabupaten Ponorogo Gelar Festival Nasional Reog Ponorogo ke-XXI & Festival Reog Pelajar Ke-XXX

PONOROGO | Siberjatim.co.id – Reog Ponorogo merupakan salah satu Budaya, Seni Pertunjukan sekaligus Ikon Ciri Khas dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tak hanya sebagai seni pertunjukan, Reog Ponorogo di dalamnya juga memadukan antara musik, tari dan juga mitologi yang telah diwariskan oleh masyarakat Ponorogo selama berabad-abad.

Pertunjukan Reog Ponorogo kerap digaungkan dalam berbagai acara adat dan ritual tradisional yang tak terlupakan dan tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Ponorogo. Dalam pertunjukan Reog ini secara tersirat menyampaikan pesan mengenai keberanian, solidaritas dan juga kebijaksanaan yang ditampilkan dalam bentuk peragaan makhluk mitologi seperti dadak merak, jathil, dan juga ganongan.

Dengan disahkannnya pengakuan Reog Ponorogo dalam Warisan Budaya Takbenda UNESCO, kini Indonesia memiliki 14 Warisan Budaya Takbenda yang telah diakui dunia. Sebelum itu, sebenarnya Indonesia juga telah mendapatkan pengakuan dari berbagai warisan budaya lainnya, seperti Batik, Gamelan, Angklung, Keris, Wayang, dan Tari Saman

Diantara salah satu cara untuk menjaga kelestarian budaya Reog Ponorogo ini, pemerintah kabupaten Ponorogo menggelar Festival Nasional Reog Ponorogo yang diadakan setiap tahun yang bertempat di Alun-alun Ponorogo sejak tahun 1995 hingga sekarang.

Acara ini diadakan setiap mendekati bulan Suro atau lebih dikenal dengan sebutan Grebeg Suro. Sementara itu, Grebeg Suro merupakan sebuah momen tradisi sakral yang menandakan Tahun Baru Jawa di bulan Suro. Di Ponorogo tradisi ini diisi dengan berbagai prosesi adat yang penuh makna spiritual dan juga budaya. Salah satunya ialah Festival Reog Ponorogo.

Pada tahun 2025, pemerintah kabupaten menggelar Festival Nasional Reog Ponorogo dengan dua kategori yakni, kategori Remaja dan Dewasa. Pada kategori remaja disebut dengan FRR (Festival Reog Remaja) yang dilaksanakan mulai tanggal 18 hingga tanggal 21 Juni 2025.

Dan diisi dengan jumlah penampilan sebanyak 24 kontingen dari berbagai wilayah di Ponorogo. Sementara itu, pada kategori dewasa disebut dengan FNRP (Festival Nasional Reog Ponorogo) yang dilaksanakan mulai tanggal 22 hingga tanggal 25 Juni 2025. Diisi dengan penampilan sebanyak 42 kontingen dari berbagai wilayah hingga provinsi yang ada di negara Indonesia .

  • Penulis: David Muhammad Farhan