PONOROGO | Siberjatim.co.id — Hari Senin, 30 Juni 2025 menjadi momen penting dalam sejarah pendidikan tinggi Islam di Indonesia, khususnya di Ponorogo. Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama RI, Menteri Agama Nasaruddin Umar melantik 45 pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dan pejabat eselon II. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., yang resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo periode 2025–2029. (30/06/2025)

Pelantikan ini menandai era baru bagi lembaga yang sebelumnya berstatus IAIN Ponorogo. Perubahan status kelembagaan menjadi UIN diiringi dengan hadirnya kepemimpinan baru yang visioner dan membumi. Sosok Prof. Evi, yang juga merupakan putri daerah Ponorogo, dikenal luas sebagai akademisi perempuan yang memiliki perhatian besar pada mutu pendidikan, kesetaraan akses, dan penguatan nilai-nilai keislaman rahmatan lil ‘alamin.
Dalam keterangannya, Prof. Evi menyampaikan harapan dan komitmennya untuk membawa UIN Amsari lebih maju dan inklusif:
“Semoga ke depan bisa memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Dengan UIN, maka semakin banyak kesempatan untuk memilih jurusan yang disediakan,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Pernyataan ini menegaskan tekadnya untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan tinggi berbasis Islam, menjadikannya lebih relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan spiritual.
Prof. Evi termasuk dalam jajaran 10 pimpinan PTKN yang dilantik oleh Menag Nasaruddin Umar hari itu. Dalam sambutannya, Menag menegaskan bahwa pelantikan ini bukan hanya rotasi jabatan, tetapi juga merupakan takdir dan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
“Hari ini adalah sebuah takdir baru buat saudara-saudari. Terimalah apa yang Allah Takdirkan pada hari ini. Inilah yang terbaik, insya Allah,” pesan Menag.
Pelantikan ini disambut hangat oleh civitas akademika dan masyarakat Ponorogo. Sebagai perempuan pertama yang menjabat rektor di kampus tersebut, Prof. Evi membawa simbol keberanian, perubahan, dan kemajuan. Diharapkan di bawah kepemimpinannya, UIN Amsari tidak hanya menjadi pusat studi Islam yang unggul, tetapi juga motor penggerak kemajuan daerah dalam ranah pendidikan, sosial, dan budaya.
Dengan perubahan status menjadi UIN dan dukungan penuh dari Kementerian Agama, Kabupaten Ponorogo kini resmi menjadi salah satu pusat pendidikan Islam strategis di kawasan Mataraman. Kiprah Prof. Evi diharapkan menjadi inspirasi dan daya dorong bagi generasi muda, khususnya perempuan, untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa.
- Reporter : Minul Anggraeni












