250 Petugas DLH Siaga di Aloon-Aloon, Grebeg Suro 2025 Bukan Hanya Festival Budaya, tapi Juga Panggung Kebersihan Kota  

PONOROGO | Siberjatim.co.id – Grebeg Suro 2025 kembali menggema, menyatukan semangat budaya, spiritualitas, dan gotong royong masyarakat Ponorogo. Namun di balik gegap gempita kirab pusaka dan gegap sorak ribuan pengunjung, ada pasukan tak kasat mata yang ikut berjuang: para petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo.

Ya, tahun ini DLH tidak ingin kecolongan. Ledakan volume sampah yang biasa menyertai perayaan akbar seperti ini, diantisipasi dengan pengerahan 250 personel kebersihan, didukung 20 titik seat sampah organik-anorganik dan 1 kontainer besar yang ditempatkan tepat di pusat keramaian: Aloon-Aloon Ponorogo.

“Volume sampah bisa meningkat hingga lima kali lipat dari hari biasa, apalagi saat malam 1 Suro. Kami harus siap 24 jam,” ujar Dian Puspita Mandasari, SE, MM, Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo, Rabu (18/6/2025).

Dari Pagi Hingga Tengah Malam, Demi Kota yang Tetap Bersih

Tak hanya menambah titik-titik sampah, pola pembersihan juga ditingkatkan. Jika sebelumnya hanya dua kali sehari, kini dilakukan tiga kali dalam sehari: pagi, siang, dan malam. Bahkan, pada malam pembukaan kemarin, satu kontainer besar langsung terisi penuh hanya dalam hitungan jam.

“Petugas kami juga disebar di sepanjang jalur kirab budaya. Mereka bekerja sejak pagi hingga malam, tanpa mengganggu jalannya acara,” imbuh Manda.

Grebeg Suro Ramah Lingkungan: Budaya dan Edukasi Jalan Bersama

DLH tidak sekadar membersihkan, tapi juga mengedukasi. Pengunjung diimbau memilah sampah organik dan anorganik, sembari dibimbing langsung oleh petugas DLH di lapangan. Hal ini dilakukan untuk membangun kesadaran bersama bahwa budaya tidak boleh lepas dari kepedulian terhadap bumi.

“Grebeg Suro bukan sekadar perayaan tradisi, tapi juga momentum mendidik masyarakat untuk lebih peduli lingkungan,” kata Manda.

Di Balik Sorotan Lampu, Ada Tangan-Tangan yang Bekerja dalam Diam

Malam Grebeg Suro, bagi sebagian orang adalah pesta dan hiburan. Tapi bagi 250 petugas kebersihan DLH, ini adalah malam panjang pengabdian. Mereka menyapu jejak kaki yang tertinggal, memungut sampah yang tercecer, dan memastikan halaman sejarah itu tetap bersih untuk generasi berikutnya.

Grebeg Suro 2025 menjadi bukti bahwa merayakan warisan budaya tak harus meninggalkan tumpukan sampah. Karena kota yang mencintai budayanya, juga mencintai kebersihannya.

  • Reporter : Minul Anggraeni