PONOROGO | Siberjatim.co.id – Peringatan Hari Buruh Internasional di Ponorogo tahun ini tak hanya menyuarakan semangat kolaborasi, tetapi juga menjadi panggung kepedulian sosial. Dalam agenda bertajuk “Mayday is Collaboration Day”, panitia menyisipkan sejumlah kegiatan sosial yang menyentuh hati, menjadikan Mayday sebagai hari yang membawa harapan baru bagi banyak kalangan.
Salah satu momen paling mengharukan dalam rangkaian acara adalah penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim piatu dari berbagai wilayah di Ponorogo. Anak-anak terlihat antusias dan bahagia mengikuti kegiatan tersebut. “Biasanya Mayday identik dengan unjuk rasa, tapi tahun ini berbeda. Kami justru melihat wajah-wajah ceria anak-anak,” ujar Rina, seorang relawan dari komunitas sosial setempat.
Tak hanya itu, kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan KADIN Ponorogo juga ditandai dengan penyerahan klaim kematian kepada ahli waris pekerja yang telah wafat. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa perlindungan sosial bagi pekerja terus diperkuat.

Bazar UMKM dan pelayanan kesehatan gratis juga menarik perhatian warga. Warga sekitar memanfaatkan layanan cek kesehatan, pengobatan gratis, hingga donor darah. “Ini seperti pasar rakyat yang penuh manfaat. Saya bisa belanja, cek kesehatan, dan hiburan gratis,” kata Supri, seorang buruh pabrik yang datang bersama keluarganya.
Kegiatan ditutup dengan hiburan musik, senam bersama, dan pembagian doorprize. Di tengah suasana meriah, Ketua Panitia Ramsa Rolanda menegaskan bahwa semangat Mayday harus terus dijaga sebagai momentum mempererat kepedulian dan solidaritas. “Hari ini bukan hanya untuk buruh, tapi untuk kita semua. Karena kolaborasi lahir dari kepedulian,” ucapnya.
Peringatan Mayday 2025 di Ponorogo pun sukses menjadi cermin harmoni antara perjuangan, kepedulian, dan harapan baru.
- Reporter : Minul Anggraeni












