PONOROGO | Siberjatim.co.id – PMII Rayon Jayadipa Komisariat UIN Ponorogo sukses mencatatkan sejarah sebagai tuan rumah Forum Ketua Rayon (FKR) PMII Se-Jawa Timur 2025, yang berlangsung pada 31 Mei – 1 Juni 2025. Forum ini bukan hanya menjadi ajang konsolidasi tahunan ketua rayon se-Jatim, tetapi juga panggung bagi Jayadipa menunjukkan kapasitas organisasi, intelektual, dan budaya sebagai basis gerakan kaderisasi yang progresif.(31/05/2025)
Mengusung tema besar: “Internalisasi Paradigma Kritis Transformatif Sebagai Ujung Tombak Gerakan Kaderisasi PMII Jawa Timur,”
Jayadipa tampil tidak hanya sebagai penyelenggara teknis, melainkan juga sebagai inisiator ideologis yang memotori arah diskusi strategis kaderisasi di tubuh PMII.

“FKR ini bukan event seremonial. Ini adalah hasil kegelisahan kolektif kami terhadap problem paradigmatik dalam sistem kaderisasi. Kami rancang grand design-nya cukup lama agar forum ini bukan hanya berlangsung, tapi juga berdampak,” jelas Ketua Rayon Jayadipa, Nizar.
Sebagai tuan rumah, Jayadipa mengawal seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh dedikasi. Mulai dari opening ceremony yang dihadiri langsung oleh Rektor UIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., hingga koordinasi diskusi strategis dalam sesi Focus Group Discussion yang membahas penguatan sistem kaderisasi dan perumusan program kerja wilayah.
Dalam sambutannya, Rektor Evi mengapresiasi Jayadipa yang dinilainya telah menunjukkan wajah ideal mahasiswa: kritis, aktif, dan bertanggung jawab.
“Menjadi tuan rumah FKR adalah kehormatan. Tapi lebih dari itu, Jayadipa membuktikan bahwa aktivisme bisa harmonis dengan prestasi akademik,” ujarnya.
Jayadipa juga memanfaatkan forum ini untuk mengangkat kearifan lokal melalui Panggung Ekspresi dan Reog Performance, bekerja sama dengan UKM Reog Wathoe Dhakon. Peserta dari berbagai daerah diajak menyelami budaya Ponorogo dalam nuansa penuh semangat dan kekeluargaan.

Kehadiran lebih dari 80 rayon dari total 186 se-Jatim semakin menegaskan bahwa FKR 2025 bukan forum biasa. Meski ada agenda lain yang berbenturan, atmosfer solidaritas tetap menguat, menciptakan ruang pertemuan yang hangat dan produktif.
Melalui keberhasilan ini, Jayadipa tidak hanya mempertegas eksistensinya sebagai rayon aktif, tapi juga menunjukkan kapasitas manajerial, konseptual, dan kultural dalam skala regional.
“Kami ingin Jayadipa dikenal bukan hanya sebagai tuan rumah yang baik, tapi sebagai poros ide dan gerakan,” tegas Nizar.
Forum Ketua Rayon Se-Jawa Timur 2025 membuktikan: dari kampus UIN Ponorogo, Jayadipa membumikan semangat transformasi dan kaderisasi dengan keberanian, identitas, dan arah gerakan yang jelas.
- Reporter: Minul Anggraeni
–












