Saat Halal Bihalal Pawargo, Tokoh Pamong Wengker Sepakat Tradisi dan Adat Istiadat Ponorogo Akan di Lestarikan

Foto : Saat Tokoh Pamong Wengker mengusulkan Tradisi dan Adat Istiadat Ponorogo harus di Lestarikan, Rabu (02/4/2025).

PONOROGO I siberjatim.co.id – Paguyuban Warga Ponorogo, (Pawargo) di Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah tahun 2025, kembali menggelar agenda tahunan yaitu, Halal Bihalal. Kali ini bertempat di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Rabu (02/4/2025).

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum Pawargo, Susiwijono Moegiarso Ketua Umum Pawargo yang juga Sesmenko Bidang Perekonomian RI, Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko, Diaspora, Forkopimda, OPD, sesepuh Warok Ponorogo, Asosiasi, Pengusaha, Akademisi dan juga Media.

Ketua Umum Pawargo, Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa acara tersebut menjadi acara tahunan yang sudah diselenggarakan di setiap tahun, dan akan terus diselenggarakan setiap Lebaran H+3 di Pendopo Kabupaten Ponorogo.

“Acara ini ditujukan untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi, serta mewadahi para diaspora Ponorogo yang akan ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam membangun Kabupaten Ponorogo,”terang Susiwijono Moegiarso Ketua Umum Pawargo yang juga Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Perekonomian RI.

Sementara itu, Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko menyampaikan terima kasih dan berharap para diaspora ikut bersama-sama memikirkan dan berkontribusi untuk kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Ponorogo.

Kang Giri juga menyampaikan bahwa Halal Bihalal Pawargo ini di gelar setiap tahun, dan kegiatan ini tidak sekedar untuk tempat bersilaturahmi saja, akan tetapi, juga untuk tempat mencari solusi pembahasan beberapa program untuk kemajuan Ponorogo, demi Ponorogo maju dan Hebat.

“Dengan kegiatan Pawargo ini, di harapkan bisa membawa keberkahan dan kemajuan Ponorogo, sebab yang hadir kali ini banyak orang-orang hebat dan punya jabatan di pusat,”terangnya.

Pada kesempatan itu, Mbah Pur sesepuh Warok Ponorogo dan juga selaku sesepuh Pamong Wengker menyampaikan bahwa saat ini telah terbentuk Pamong Wengker, yang mana kedepan Pamong Wengker ini akan melestarikan adat istiadat asli Ponorogo.

“Kita akan membangkitkan lagi tradisi-tradisi asli Ponorogo, seperti tirakatan malam 1 Suro dan lain sebagainya. Dengan adanya sesepuh Ponorogo, para ahli tirakatan serta ahli spiritual kita kumpulkan. Kita sepakat bersama tradisi dan adat istiadat Ponorogo akan kita lestarikan bersama,” tandasnya.

Acara Halal Bihalal Pawargo kali ini di tutup dengan pagelaran Reog Ponorogo, dan dimeriahkan dengan 12 dadak merak, 12 orang penari Jathilan pilihan, 8 Ganongan dan Pengrawit serta para pendukung gelaran Reog yang hadir lengkap dalam pagelaran ini.

  • Reporter : M. Anang Sastro.