KPM 62 UIN Ponorogo Dirikan Sekolah Jalanan di Desa Plunturan

PONOROGO | Siberjatim.co.id – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo yang tergabung dalam Kelompok 62 Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) mendirikan Sekolah Jalanan di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian masyarakat dalam bidang pendidikan, yang bertujuan memberikan akses belajar alternatif berbasis metode menyenangkan (fun learning) kepada anak-anak desa.

Kegiatan Sekolah Jalanan dimulai sejak 8 Juli 2025 dan akan berlangsung selama 40 hari ke depan. Dalam pelaksanaannya, para mahasiswa menghadirkan berbagai aktivitas edukatif seperti bimbingan belajar, permainan edukasi, kelas kreativitas, hingga pembelajaran karakter.

“Kami ingin membangun pengalaman belajar yang tidak kaku, tetapi tetap memberikan manfaat. Belajar tidak harus di ruang kelas. Anak-anak bisa belajar sambil bermain,” ujar salah satu anggota KPM 62, saat ditemui di lokasi kegiatan, Jum’at (18/7/2025).

Kegiatan belajar dilakukan di berbagai ruang terbuka desa, seperti balai dusun, teras rumah warga, dan area publik lainnya. Antusiasme anak-anak pun cukup tinggi dalam mengikuti setiap sesi pembelajaran yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan.

Program Sekolah Jalanan ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat. Beberapa orang tua menyampaikan apresiasi karena anak-anak mereka mendapatkan tambahan ilmu dan aktivitas positif di luar jam sekolah formal.

“Anak-anak jadi lebih semangat belajar. Mereka bisa menambah ilmu dan bermain dalam waktu yang sama. Ini sangat membantu,” ujar seorang wali murid warga Dusun Plunturan.

KPM 62 UIN Ponorogo berharap, Sekolah Jalanan dapat menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam bidang pendidikan, serta menciptakan ruang tumbuh yang positif bagi anak-anak desa selama masa pengabdian.

  • Reporter : Minul Anggraeni