PONOROGO | Siberjatim.co.id – Suasana penuh semangat budaya terasa kental di Alun-Alun Ponorogo, Rabu (18/6/2025), saat Festival Reyog Remaja (FRR) XXI resmi digelar sebagai Hari Pertama rangkaian Grebeg Suro 2025. Ribuan warga dari berbagai penjuru Ponorogo memadati pusat kota untuk menyaksikan aksi memukau para pelajar dan remaja yang menampilkan kesenian reyog dengan semangat, disiplin, dan kreativitas yang luar biasa.
Festival yang telah menjadi ikon tahunan ini menghadirkan puluhan peserta dari berbagai sekolah dan sanggar seni, di antaranya:
1. MTSN 2 Ponorogo / Kec. Babadan – Taruno Mudho Sigolo Golo
2. SMPN 1 Jenangan – Sardulo Mudho Nirmala
3. ST Candra Waskitha Pulung – Widya Simha Wiraga
4. SMPN 1 Kauman – Sardulo Candi Taruno
5. SMPN 1 Jetis – Taruno Mudo
6. SMPN 1 Sukorejo – Kridha Sekar Soka
Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan seni dan budaya para pelajar, tetapi juga menjadi panggung pembentukan karakter dan identitas generasi muda Ponorogo sebagai pewaris budaya Reyog.
Dewan Pengamat FRR XXI yang ditunjuk untuk memberikan penilaian dan masukan terhadap penampilan peserta terdiri dari nama-nama berpengaruh di dunia seni:
1. Muharno, S.E – Praktisi Seni Jawa timuran, Jakarta
2. Ikasari Laksmitawati, S.Pd., M.Pd.– Praktisi Seni, Ponorogo
3. Lilik Subari – Dosen STKW Surabaya
Kehadiran mereka memperkuat legitimasi kualitas festival dan menjadi dorongan moral bagi peserta untuk tampil sebaik mungkin.

Acara ini turut disaksikan sejumlah tokoh publik, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga tokoh pemuda. Semuanya hadir memberikan apresiasi atas semangat pelestarian budaya di kalangan generasi muda.
Sujiati, warga Kecamatan Jenangan yang datang bersama anak dan cucunya, mengaku terharu melihat antusiasme peserta.
“Luar biasa anak-anak sekarang, semangatnya tinggi dan penampilannya keren. Reyog bukan sekadar hiburan, tapi warisan budaya yang harus terus dijaga,” ungkapnya penuh bangga.
Aditya Prasetya, seorang tokoh pemuda Ponorogo, menyebut acara ini sebagai momentum strategis dalam membangun karakter remaja Ponorogo.
“Reyog mengajarkan keberanian, kedisiplinan, dan semangat gotong royong. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini terus diperkuat di kalangan pelajar,” tegasnya.
Festival Reyog Remaja XXI menjadi bukti nyata bahwa semangat Grebeg Suro bukan hanya milik para sesepuh budaya, melainkan juga telah tumbuh kuat dalam jiwa generasi muda. Dengan dukungan masyarakat serta pengawasan dari para tokoh seni dan pendidikan, kegiatan ini diyakini akan terus menjadi fondasi kuat pelestarian Reyog Ponorogo di masa depan.
- Reporter: Minul Anggraeni












