PONOROGO | Siberjatim.cor4.id — Ribuan warga memadati lokasi majelis dalam suasana penuh khidmat dan spiritual, mengikuti 4penutupan Dzikrul Ghafilin dan Simaan Rabu Pahing yang menjadi pembuka rangkaian Grebeg Suro 2025. Acara religius ini dimulai sejak bada Subuh hingga pukul 22.00 WIB, dan berlangsung dengan nuansa damai serta kekhusyukan mendalam. (04/06/2025)

Kegiatan 4diawali dengan simaan Al-Qur’an, dilanjutkan mahalul qiyam, majelis dzikir, sambutan dari para tokoh nasional dan daerah, serta doa bersama sebagai penutup. Ribuan warga Ponorogo bersama santri, ulama, dan pejabat turut larut dalam suasana dzikir dan munajat kepada Allah SWT.
Acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting, antara lain Bupati Sugiri Sancoko dan Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita, Wakil Ketua MPR RI Edy Baskara Yudhoyono,Forkopimda Ponorogo, para hafidz dan hafidzah, Ketua PCNU Ponorogo, para kyai sepuh, santri dari Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, serta masyarakat dari berbagai penjuru Ponorogo.

Dalam tausiyahnya, KH. Abdussami’ Hasyim, ulama kharismatik yang juga pengasuh majelis, menyampaikan makna mendalam dari simaan Al-Qur’an sebagai ikhtiar spiritual:
“Simaan Qur’an ini adalah bentuk doa agar kita selalu dalam perlindungan Allah SWT. Doa kita sebagai warga Ponorogo agar daerah ini selalu guyup, rukun, ayem, dan tentrem. In syaa Allah, majelis ini akan menjadi majelis yang penuh berkah,” tutur beliau dengan penuh keteduhan.
Edy Baskara Yudhoyono, dalam sambutannya sebagai Wakil Ketua MPR RI, mengungkapkan kekagumannya atas kekhusyukan majelis ini:
“Alhamdulillah, malam ini kita semua larut dalam doa. Semoga segala doa yang kita haturkan senantiasa mendapatkan ridho Allah SWT. Mari kita bersama-sama menjadi masyarakat tangguh dan madani dalam memajukan Ponorogo,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menyampaikan harapan besarnya atas acara ini sebagai awal dari keberkahan untuk Grebeg Suro 2025:
“Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran semua tamu undangan. Saya melihat acara ini seperti di Makkah, begitu indah. Mohon maaf jika masih banyak kekurangan. Semoga Ponorogo benar-benar menjadi kota santri yang diberkahi oleh Allah SWT,” ungkapnya.
Acara ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual, namun juga bukti kuat bahwa Ponorogo tetap teguh menjaga identitas keagamaannya di tengah dinamika zaman. Dzikrul Ghafilin dan Simaan Rabu Pahing tahun ini menegaskan kembali bahwa kekuatan doa dan kebersamaan adalah fondasi utama menuju Ponorogo yang maju, ayem, dan tentrem.
- Reporter : Minul Anggraeni












