Kemiri Berselawat, Ribuan Muslimat NU Disapa Hangat Kang Giri: “Ibu Adalah Madrasah Utama”

PONOROGO | Siberjatim.co.id – Lautan kerudung putih dan hijau menghiasi Lapangan Balai Desa Kemiri, Jenangan, Ponorogo, Minggu pagi (11/5/2025). Dalam suasana penuh semangat dan kehangatan, ribuan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dari berbagai desa di Kecamatan Jenangan tumplek blek dalam Pengajian Akbar Ahad Pon yang dibalut dengan momentum Halal Bihalal Syawal.

Acara rutin ini menjadi semakin istimewa berkat kehadiran Bupati Ponorogo Kang Sugiri Sancoko yang menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi luar biasa para ibu Muslimat dalam membesarkan dan mendidik generasi penerus bangsa.

“Panjenengan semua luar biasa. Ibu adalah madrasah utama. Dari rahim dan dekapan ibu, lahirlah calon pemimpin masa depan. Saya angkat topi untuk perjuangan panjenengan,” ujar Kang Giri, yang disambut tepuk tangan hangat para hadirin.

Dalam pidatonya, Kang Giri juga mengangkat kisah keteladanan Uwais Al Qarni yang menjadi simbol bakti seorang anak kepada ibunya. Ia berharap kisah itu menjadi cermin dalam kehidupan sehari-hari para jamaah.

Tausiah utama disampaikan oleh Ustadzah Kharida Yogie Numara Abrori, daiyah muda asal Madiun. Dengan gaya bicara yang tenang namun mengena, ia menekankan pentingnya peran ibu dalam menanamkan nilai akhlak dan agama sejak dini.

“Surga ada di bawah telapak kaki ibu, bukan sekadar ungkapan, tapi panggilan untuk seluruh umat agar senantiasa menghormati dan memuliakan sosok ibu,” tutur Ustadzah Kharida, disambut anggukan penuh haru dari para jamaah.

Pengajian Ahad Pon merupakan agenda rutin Muslimat NU di Ponorogo yang digelar bergilir antar ranting desa. Selain menjadi wadah tausiah dan spiritualitas, pengajian ini juga menjadi ruang pertemuan hangat antar sesama muslimah, mempererat persaudaraan dan semangat gotong royong.

Kemiri pagi itu bukan sekadar tempat berkumpul, tapi menjadi ruang sakral di mana ibu-ibu hebat saling menguatkan, menyemai cinta, dan menyatukan niat untuk membangun keluarga dan bangsa dengan cinta dan iman.

  • Reporter : Minul Anggraeni.