Jurnalis Muda dari Wonogiri, Minul Anggraeni Lulus Cumlaude dan Jadi Sarjana Pertama di Keluarga

PONOROGO | Sibernas.co.id – Perjalanan merantau demi menempuh pendidikan tinggi berbuah manis bagi Minul Anggraeni, perempuan asal Kabupaten Wonogiri itu berhasil menyelesaikan studi di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo dengan predikat cumlaude setelah menempuh pendidikan selama empat tahun.

Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian istimewa karena Minul merupakan sarjana pertama di keluarganya. Sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, ia mengaku memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi teladan bagi kedua adiknya.

Selama kuliah, Minul mendapatkan beasiswa penuh selama empat tahun. Kesempatan itu tidak hanya dimanfaatkannya untuk meraih prestasi akademik, tetapi juga untuk aktif di berbagai bidang. Ia tercatat sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (HMJ PAI) tahun 2023, Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Keilmuan. Selain itu ia juga mengikuti PMII rayon suromenggolo komisariat UIN Ponorogo.

Di luar kegiatan kampus, Minul juga membangun usaha Oppacoin, mengajar les gratis bagi anak-anak yatim piatu dan dhuafa, serta meniti karier sebagai jurnalis sejak 2024. Ia juga mengikuti sejumlah olimpiade tingkat nasional di bidang bahasa dan sejarah sebagai bagian dari pengembangan diri.

Meski sempat dihantui keraguan karena kondisi ekonomi keluarga, Minul memilih untuk terus melangkah. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan sekaligus membuka peluang yang lebih luas.

“Saya ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Semua orang berhak memiliki cita-cita. Yang menentukan adalah apakah kita mau berjuang untuk mewujudkannya,” ujar Minul.

Ia juga meyakini bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar akademik, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

“Arti hidup bagi saya adalah menjadi pribadi yang bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat,” tuturnya.

Bagi Minul, wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal untuk terus belajar, berkarya di dunia jurnalistik, dan mengabdikan ilmu yang dimilikinya kepada masyarakat. Kisahnya menjadi bukti bahwa kerja keras, kesempatan, dan tekad dapat membawa seseorang melampaui keterbatasan yang dimiliki.

  • Penulis: Anang Sastro