Anggaran Puluhan Miliar Digelontorkan, RSUD Raden Mas Said Purwantoro Belum Beroperasi Hingga Agustus 2026

WONOGIRI | Sibernas.co.id– Harapan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Wonogiri untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih dekat hingga kini belum terwujud. RSUD Raden Mas Said Purwantoro yang dibangun melalui proyek bertahap dengan anggaran puluhan miliar rupiah belum juga beroperasi, meski sebelumnya ditargetkan mulai melayani masyarakat pada 2025.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Selasa (4/8/2026), bangunan rumah sakit yang berada di Jalan Tegal Rejo Raya, Tegalrejo, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, telah berdiri. Namun, belum terlihat aktivitas pelayanan kesehatan, baik pasien maupun tenaga medis. Kawasan rumah sakit juga masih tampak lengang.

Di lokasi masih terpasang papan informasi sejumlah paket pekerjaan. Salah satunya menunjukkan pembangunan gedung utama RSUD Raden Mas Said Purwantoro dengan nilai kontrak sebesar Rp10.478.079.267,87 dan masa pelaksanaan selama 130 hari kalender, mulai 31 Juli hingga 7 Desember 2025.

Selain pembangunan gedung utama, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Power House senilai sekitar Rp4,28 miliar, pembangunan fasilitas kesehatan lainnya, pengadaan alat kesehatan, hingga sarana penunjang. Seluruh pekerjaan berada di bawah Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. 

Pembangunan RSUD Raden Mas Said merupakan proyek tahun jamak (multiyears) yang dimulai pada 2024. Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp14 miliar untuk pembangunan fisik. Selanjutnya pada 2025, pemerintah kembali menganggarkan sekitar Rp24,8 miliar untuk melanjutkan pembangunan fisik, pengadaan alat kesehatan, dan sarana penunjang.

Meski APBD Kabupaten Wonogiri mengalami penurunan pada 2026, pemerintah tetap menjadikan pembangunan RSUD Raden Mas Said sebagai salah satu prioritas. Dalam APBD 2026, kembali dialokasikan anggaran sekitar Rp11 miliar untuk melanjutkan pembangunan rumah sakit tersebut.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno sebelumnya menyampaikan pembangunan RSUD Raden Mas Said masih membutuhkan dukungan anggaran agar dapat segera difungsikan. Berdasarkan studi kelayakan, total kebutuhan pembangunan rumah sakit tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp129 miliar.

Dikutip dari berita Kompas.com, 7 Juni 2024 (mengutip siaran pers Pemkab Wonogiri). Sebelumnya, saat rencana pembangunan diumumkan pada Juni 2024, Bupati Wonogiri saat itu, Joko Sutopo, menyebut pembangunan rumah sakit tipe D di Kecamatan Purwantoro merupakan langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah timur Kabupaten Wonogiri.

“Pembangunan RSUD tipe D agar dapat mendekatkan pelayanan kesehatan bagi warga Kabupaten Wonogiri di wilayah timur,” ujar Joko Sutopo dalam siaran pers, Jumat (7/6/2024- Kompas.com).

Kala itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, Setyarini, juga menyampaikan rumah sakit ditargetkan mulai beroperasi pada 2025 dengan dukungan tenaga kesehatan dari Puskesmas Rawat Inap Purwantoro, perizinan, serta fasilitas yang memadai.

Namun hingga Agustus 2026, target tersebut belum terealisasi. RSUD Raden Mas Said Purwantoro belum diresmikan maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Belum beroperasinya rumah sakit tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penyebab molornya operasional. Di satu sisi, pemerintah terus mengalokasikan anggaran setiap tahun untuk melanjutkan pembangunan. Di sisi lain, masyarakat belum dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang sejak awal dibangun untuk memperluas akses layanan kesehatan di kawasan timur Wonogiri.

Padahal, sejak awal pembangunan, RSUD Raden Mas Said diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan bagi masyarakat Purwantoro, Bulukerto, Kismantoro, Puhpelem, Slogohimo hingga wilayah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh menuju rumah sakit pemerintah di pusat Kabupaten Wonogiri.

Sementara itu, Ketua DPRD Wonogiri Sriyono sebelumnya menyatakan pemerintah daerah telah berkonsultasi dengan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan terkait kondisi keuangan daerah, termasuk kebutuhan anggaran untuk merampungkan pembangunan RSUD Raden Mas Said Purwantoro.

“Doakan saja, mudah-mudahan terealisasi merampungkan pembangunan RSUD Purwantoro,” ujar Sriyono (30 November 2025-Solopos/Espos.id)

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak RSUD Raden Mas Said Purwantoro maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dan pihak-pihak yang bersangkutan terkait penyebab belum beroperasinya rumah sakit tersebut, perkembangan pembangunan, maupun kepastian target operasionalnya.

Masyarakat pun kini masih menunggu realisasi janji pemerintah agar RSUD Raden Mas Said Purwantoro segera difungsikan. Kehadiran rumah sakit tersebut dinilai penting untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi warga di wilayah timur Kabupaten Wonogiri yang selama ini belum memiliki rumah sakit milik pemerintah.

  • Reporter: Nul