PONOROGO | Sibernas.co.id – Di tengah derasnya arus informasi dan dinamika kehidupan saat ini, sosok Agus Zamroni atau yang akrab disapa Abah hadir dengan pandangan yang sederhana namun sarat makna. Baginya, perubahan besar tidak selalu dimulai dari jabatan ataupun kekuasaan, melainkan dari karakter, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
Abah dikenal sebagai tokoh masyarakat yang aktif menyampaikan pandangan terhadap berbagai kebijakan publik. Namun, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah ataupun lembaga negara.
“Kritik bukan untuk menjatuhkan lembaga, tetapi sebagai pengingat agar setiap kebijakan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Abah, setiap lembaga memiliki standar yang harus dipenuhi sehingga pelaksanaan program perlu diawasi bersama. Pengawasan masyarakat merupakan bagian dari demokrasi yang sehat dan menjadi upaya untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan.
“Saya bukan wartawan atau LSM. Dasar saya sederhana, sebagai rakyat kita berhak mengawasi jalannya pembangunan,” katanya.
Ia menilai keterbukaan informasi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik. Keraguan masyarakat terhadap suatu kebijakan merupakan hal yang wajar sehingga pemerintah perlu membuka akses informasi seluas-luasnya.
“Semakin terbuka informasi kepada masyarakat, maka akan semakin menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus berbenah, bukan malah membungkam kritik,” tegasnya.
Selain itu, Abah juga menyoroti pentingnya efisiensi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, setiap anggaran harus benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi.
Kesederhanaan yang Menjadi Kekuatan
Di balik pemikirannya yang kritis, Abah tetap mempertahankan gaya hidup sederhana. Ia mengaku tidak pernah berusaha membangun pencitraan di hadapan masyarakat.
“Penampilan saya mungkin sederhana, ya begini-begini saja. Saya hanya menyampaikan apa adanya,” tuturnya.
Kesederhanaan tersebut justru menjadi identitas yang membuatnya dekat dengan masyarakat. Ia percaya bahwa ketulusan jauh lebih bernilai daripada sekadar penampilan.
Berbagi dan Memberdayakan Sesama
Bagi Abah, keberhasilan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
“Kita bisa berbagi saja sudah Alhamdulillah, karena tujuan saya adalah habluminannas, menjaga hubungan baik dengan sesama manusia,” ungkapnya.
Prinsip itu diwujudkannya dengan mendorong para karyawannya agar memiliki usaha sendiri. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu cara membantu orang lain menjadi lebih mandiri.
“Saya memfasilitasi karyawan saya untuk membuka usaha lagi. Saya ingin mereka bisa berkembang dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.
Pesan untuk Generasi Muda
Di akhir perbincangan, Abah menitipkan pesan kepada generasi muda agar tidak mudah puas dan terus meningkatkan kemampuan diri melalui belajar serta pengalaman.
“Yang muda harus banyak belajar. Jangan asal-asalan, karena branding seseorang terbentuk dari dirinya sendiri. Integritas, etika, dan kualitas akan menentukan kepercayaan orang lain kepada kita,” pesannya.
Ia juga mengajak anak muda untuk tidak takut menyampaikan kritik yang membangun dengan tetap mengedepankan etika, data, dan solusi. Menurutnya, kemajuan bangsa membutuhkan generasi yang berani berpikir kritis, memiliki kepedulian sosial, serta tetap rendah hati dalam berkarya.
Dengan semangat kesederhanaan, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama, Agus Zamroni berharap lahir lebih banyak generasi muda yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan ikut mengawal pembangunan Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.
- Reporter: Minul Anggraeni












