Foto : Saat Kadindik Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Januari Menyerahkan SK Asesmen dan Pengukuhan Tahfidzul Qur’an 2026, Senin (25/5/2026).
PONOROGO I sibernas.co.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Ponorogo dalam memperkuat pendidikan berbasis keagamaan terus diwujudkan melalui program Tahfidzul Qur’an di lingkungan sekolah. Sebanyak 4.161 siswa dari 77 SMP negeri dan swasta mengikuti Asesmen dan Pengukuhan Tahfidzul Qur’an Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Senin (25/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo tersebut menjadi bagian dari implementasi penguatan karakter religius di jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama di Kabupaten Ponorogo.

Dalam acara tersebut dilakukan pengukuhan simbolis terhadap 77 perwakilan siswa peserta Tahfidzul Qur’an dari seluruh SMP negeri dan swasta yang ada di Ponorogo. Mereka menjadi representasi ribuan pelajar yang telah mengikuti asesmen hafalan Al-Qur’an melalui tahapan pengujian oleh para ustadz dan penguji yang kompeten.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M menegaskan bahwa program Tahfidzul Qur’an merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah daerah dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan kebijakan daerah melalui Peraturan Bupati Ponorogo Nomor 37 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Berbasis Keagamaan pada Pendidikan Dasar, baik SD maupun SMP di Kabupaten Ponorogo.
“Program ini akan terus kami dorong dan dukung agar seluruh lembaga pendidikan di Ponorogo mampu menyelenggarakan pendidikan berbasis keagamaan dengan baik. Harapan ke depan, tidak ada satu pun SD maupun SMP di Ponorogo yang tidak menyelenggarakan program keagamaan seperti Tahfidzul Qur’an,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala sekolah, guru pendidikan agama, ustadz pembimbing, serta para orang tua siswa yang telah mendukung keberlangsungan program tersebut hingga berjalan dengan baik.
Sementara itu, Kepala Bidang SD/SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Siswanto, menjelaskan bahwa kegiatan asesmen Tahfidzul Qur’an tahun ini diikuti oleh 4.161 siswa dari 77 SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Ponorogo.
Menurutnya, asesmen dilakukan secara bertahap melalui pengujian hafalan oleh para ustadz yang memiliki kompetensi di bidang tahfidz Al-Qur’an. Dari hasil asesmen tersebut, para peserta dinilai layak memperoleh pengakuan dan pengukuhan resmi.
“Melalui proses asesmen yang ketat dan terukur, para siswa menunjukkan kemampuan hafalan yang sangat baik. Semoga semangat Tahfidzul Qur’an terus membara di kalangan pelajar Ponorogo,” katanya.
Program Tahfidzul Qur’an sendiri menjadi salah satu program unggulan pendidikan karakter di Ponorogo. Selain membentuk kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, program ini juga diharapkan mampu membangun kedisiplinan, akhlak, serta karakter spiritual peserta didik sejak usia dini.
Dengan semakin banyaknya sekolah yang menerapkan pendidikan berbasis keagamaan, Pemerintah Kabupaten Ponorogo optimistis dapat mencetak generasi muda yang religius, berprestasi, dan berakhlak mulia di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
- Reporter : Firman Khoirudiin.












