BUMDes Nguneng – Pohpelem Dinilai Kurang Transparan, Warga Protes Usaha Ayam Joper Merugi

Foto : BUMDes Desa Nguneng Dinilai Kurang Transparan, Warga Protes Usaha Ayam Joper Merugi, Rabu (20/5/2026). 

WONOGIRI I sibernas.co.id Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Nguneng, Kecamatan Pohpelem, Kabupaten Wonogiri, menjadi sorotan warga setelah usaha peternakan ayam Jowo Super (Joper) yang dibiayai dana ketahanan pangan desa mengalami kerugian. Warga memprotes pengelolaan usaha tersebut karena dinilai kurang transparan dan tidak memberikan hasil sesuai harapan.

Usaha peternakan ayam yang dijalankan BUMDes itu sebelumnya mendapat penyertaan modal sekitar Rp200 juta lebih. Namun dalam pelaksanaannya, usaha justru mengalami kerugian hingga akhirnya diputuskan untuk dihentikan.

Kepala Desa Nguneng, Padi, membenarkan bahwa usaha peternakan ayam BUMDes mengalami kerugian dan menuai keluhan masyarakat.“Dari modal sekitar Rp200 juta lebih, saat ini masih tersisa sekitar Rp180 juta,” ujarnya.

Menurut Padi, usaha tersebut diawali dengan pembelian 1.000 bibit ayam pada tahap pertama dan dilanjutkan penambahan 500 ekor pada tahap kedua. Namun hasil pengembangan usaha dinilai tidak maksimal dan tercatat merugi sekitar Rp7 juta.

Kondisi itu memicu protes warga yang mempertanyakan keterbukaan pengelolaan usaha BUMDes, terutama karena modal berasal dari dana ketahanan pangan desa yang seharusnya digunakan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Sejumlah warga menilai pengelolaan usaha kurang terbuka sejak awal, mulai dari proses pengembangan usaha hingga laporan hasil usaha yang dianggap belum tersampaikan secara jelas kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, pemerintah desa mengaku telah memfasilitasi rapat ART guna membahas persoalan tersebut bersama pihak terkait. Namun hingga kini persoalan tersebut disebut belum sepenuhnya selesai.
“Sudah kami fasilitasi rapat, tetapi memang belum selesai seluruhnya,” jelas Padu.

Selain usaha ayam Joper, BUMDes Desa Nguneng juga memiliki unit usaha pengolahan kunyit. Namun setelah dilakukan evaluasi, pemerintah desa memastikan usaha peternakan ayam akan dihentikan dan dialihkan ke sektor pertanian kopi yang dinilai lebih menjanjikan.

Kasus kerugian usaha BUMDes Nguneng menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut penggunaan dana desa dan kepercayaan publik terhadap pengelolaan usaha milik desa. Warga berharap ke depan pengelolaan BUMDes dilakukan lebih terbuka, profesional, dan melibatkan pengawasan masyarakat agar tidak kembali menimbulkan polemik.

  • Reporter : Timsus-Pusat.