Foto : Sanggar Singopati Sebomanggolo Raih Favorit Terbaik di Festival Reog Obyog Kampung Kolam 2026,Minggu (5/4/2026).
DELI SERDANG I sibernas.oc.id – Ribuan pasang mata terpukau menyaksikan kemeriahan Festival Reog Obyog Kampung Kolam yang digelar di Lapangan Pekan Senen, Bandar Setia, Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (5/4/2026). Festival ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang memadati lokasi sejak awal hingga akhir acara.
Mengusung tema “Upaya Pelestarian Budaya Warisan Leluhur di Perantauan Sumatera Utara”, kegiatan ini menjadi ajang penting dalam menjaga eksistensi seni tradisi, khususnya Reog Obyog, di tengah masyarakat perantauan. Festival ini juga memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan tingkat Sumatera Utara, sehingga menambah semangat para peserta untuk menampilkan yang terbaik.
Sejumlah sanggar seni dari berbagai daerah di Sumatera Utara turut ambil bagian dalam festival ini. Masing-masing menampilkan keunikan dan kekhasan pertunjukan Reog yang memikat, mulai dari kostum, musik pengiring, hingga kekuatan ekspresi para penari di atas panggung terbuka.
Di antara seluruh penampilan yang memukau, Sanggar Seni Singopati Sebomanggolo berhasil mencuri perhatian penonton. Penampilan mereka tampil penuh energi, solid, dan sarat totalitas, sehingga mampu menghadirkan suasana yang hidup dan menggetarkan seluruh arena pertunjukan.
Di bawah pimpinan Pramono, sanggar ini menunjukkan kualitas terbaiknya. Setiap gerakan, irama, dan ekspresi yang ditampilkan terasa begitu matang dan terlatih, mencerminkan dedikasi tinggi dalam melestarikan seni budaya leluhur.
Ketua panitia, Wahyu Purnomo, secara resmi mengumumkan bahwa gelar Favorit Terbaik jatuh kepada Sanggar Singopati Sebomanggolo. Pengumuman tersebut disambut meriah oleh para penonton dan pendukung yang hadir di lokasi acara.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Jawa di perantauan, khususnya di Sumatera Utara. Selain sebagai bentuk prestasi, penghargaan ini juga menjadi bukti nyata bahwa semangat melestarikan budaya warisan leluhur tetap hidup dan berkembang di tanah rantau.
- Reporter : Asri Hamdani.












