Foto : Ditengah Aktivitas Tambang, Jembatan dan Infrastruktur Penghubung Desa Ngeni-Wonotirto Memprihatinkan, Selasa (24/3/2026).
BLITAR I sibernas.co.id – Jembatan penghubung antara Desa Ngeni dan Wonotirto, Kabupaten Blitar, kini menjadi sorotan publik, akibat kondisinya yang semakin memprihatinkan. Infrastruktur vital yang seharusnya mendukung mobilitas masyarakat tersebut tampak terbengkalai tanpa perawatan yang memadai. Padahal, jembatan ini merupakan akses utama bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk bekerja, bersekolah, dan mengangkut hasil pertanian.

Kerusakan jembatan terlihat jelas di sejumlah bagian. Lantai jembatan mulai rapuh dan berlubang, sementara pagar pengaman banyak yang rusak bahkan hilang. Kondisi ini dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan ketika permukaan jembatan menjadi licin dan rawan kecelakaan.
Anang Sastro saat mudik di kampung halaman, di Dusun Dringo, Desa Ngeni Kecamatan Wonotirto mengukapkan sangat prihatin dengan adanya Infrastruktur dan Jembatan yang kurang terwat saat inj. Sejak lebaran lalu keadaan infrastruktur dan Jembatan yang ada tetap seperti saat ini. Namun hingga kini, belum ada langkah konkret untuk melakukan perbaikan.

Ia menilai bahwa jembatan tersebut sudah lama tidak mendapatkan perawatan sama sekali. “Bukan hanya jembatan, infrastruktur di sepanjang jalur ini juga sangat memprihatinkan dan seperti tidak tersentuh perhatian,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Selain itu, Anang Sastro juga menyoroti adanya aktivitas tambang besar di sekitar jalur tersebut, termasuk tambang kaolin yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Menurutnya, keberadaan tambang seharusnya mampu mendorong perbaikan infrastruktur, bukan justru sebaliknya.
“Sudah lama tambang berjalan, tapi kondisi jalan dan jembatan tetap rusak. Ini menjadi pertanyaan bagi masyarakat soal tanggung jawab dan perhatian terhadap lingkungan sekitar,” tambahnya.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat roda perekonomian warga. Distribusi hasil pertanian menjadi terganggu dan biaya transportasi meningkat. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan perbaikan dan memastikan infrastruktur di wilayah tersebut dapat kembali berfungsi dengan aman dan layak.
- Reporter : Timsus/sibernas.












