Bulog Ponorogo Perkuat Serapan Gabah Petani, Stok Beras Capai 102 Ribu Ton

PONOROGO | Sibernas.co.id – Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo terus memperkuat penyerapan hasil panen petani sekaligus menjaga ketersediaan beras di wilayah Ponorogo. Hingga Agustus 2026, stok beras Bulog disebut mencapai sekitar 102.000 ton dan dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

Pimpinan Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Ponorogo, Budiwan Susanto, mengatakan kondisi stok saat ini masih aman. Menurutnya, ketersediaan tersebut menjadi salah satu modal utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di tingkat masyarakat.

“Untuk stok saat ini aman. Dengan ketersediaan yang ada, kami memastikan kebutuhan masyarakat sampai akhir tahun tetap terjaga,” ujar Budiwan saat ditemui di Kantor Bulog Ponorogo, Rabu (12/8/2026).

Selain menjaga stok, Bulog juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil produksi petani terserap sekaligus memperkuat cadangan pangan pemerintah.

Pada 2026, Bulog Ponorogo mendapatkan target penyerapan sebesar 79.264 ton setara beras. Sementara untuk komoditas jagung, target penyerapan yang diberikan mencapai 9.055 ton.

Hingga menjelang akhir Juli 2026, realisasi penyerapan beras telah mencapai sekitar 76.000 ton setara beras atau sekitar 96 persen dari target tahunan.

Budiwan juga menyebut tingkat serapan gabah di wilayah Ponorogo telah mencapai sekitar 98,5 persen. Tingginya capaian tersebut menunjukkan penyerapan hasil panen petani terus berjalan.

“Penyerapan terus kami lakukan. Ini penting agar hasil panen petani dapat terserap dengan baik sekaligus memperkuat cadangan beras Bulog,” jelasnya.

Distribusi Beras Terus Diperluas

Di tengah upaya menjaga cadangan pangan, Bulog Ponorogo juga terus menjalankan program stabilisasi pasokan dan harga pangan. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar.

Distribusi beras dilakukan melalui sejumlah jalur, mulai dari pasar tradisional hingga toko yang menjadi jaringan distribusi Bulog. Bahkan, toko modern turut disuplai untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras.

“Pasar tetap kami isi setiap minggu. Toko-toko juga kami isi, bahkan toko modern juga kami suplai. Intinya kami ingin memastikan beras tersedia dan masyarakat mudah mendapatkannya,” kata Budiwan.

Menurutnya, distribusi secara rutin menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan beras di tingkat konsumen. Dengan pasokan yang terus mengalir, potensi kelangkaan dapat ditekan.

Bulog Pastikan Pasokan Aman

Dengan stok yang mencapai sekitar 102.000 ton, penyerapan gabah yang terus berjalan, serta distribusi melalui berbagai jaringan, Bulog Ponorogo optimistis kebutuhan beras masyarakat dapat terpenuhi hingga akhir 2026.

Bulog juga berharap kondisi stok yang memadai dapat membantu menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam menyerap hasil produksi.

“Harapannya dengan stok Bulog yang aman ini, harga juga tetap stabil. Masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkas Budiwan.

Masyarakat pun diimbau tidak melakukan pembelian beras secara berlebihan. Bulog memastikan ketersediaan pasokan masih aman dan distribusi terus dilakukan secara rutin di wilayah Ponorogo.

  • Reporter: Minul Anggraeni