PONOROGO | Sibernas.co.id – Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, Dwi Agus Prayitno atau yang akrab disapa Kang Wie, menekankan pentingnya memperkuat komitmen pengabdian kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) kepada ulama, Nahdlatul Ulama (NU), masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan Kang Wie saat menjadi Inspektur Apel Purifikasi Satkorcab Banser Ponorogo yang digelar di kawasan Monumen Reog Ponorogo, Kecamatan Sampung, Kabupaten Ponorogo, Minggu (9/8/2026).
Apel tersebut dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kabupaten Ponorogo, MWC NU Sampung, Forkopimda Kabupaten Ponorogo, Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, jajaran TNI-Polri, Forkopimcam Sampung, pengurus PC GP Ansor Ponorogo, serta jajaran Satkorcab Banser Ponorogo.

Dalam amanatnya, Kang Wie menjelaskan bahwa Apel Purifikasi tidak sekadar menjadi kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan memperkuat kembali niat serta komitmen kader dalam menjalankan amanah.
“Purifikasi artinya pembersihan, pemurnian, dan penataan kembali niat serta barisan kita. Ingatlah Nawa Prasetya Banser dan Bai’at yang baru saja kalian ucapkan,” ujarnya.
Kang Wie menegaskan bahwa Banser tidak dibentuk semata-mata untuk menunjukkan kekuatan. Menurutnya, keberadaan Banser memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perjuangan ulama dan NU.
“Banser lahir dari rahim perjuangan para kiai. Tugas utama dan pertama adalah menjadi benteng ulama, benteng Nahdlatul Ulama, dan Khadimul Ulama,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kang Wie juga mengenang perjalanan pengabdiannya ketika menjadi Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo pada periode 2000–2004. Pengalaman tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan dirinya sebagai kader Ansor dan Banser.

Ia mengaku tetap memiliki ikatan emosional dengan organisasi meskipun saat ini mendapat amanah sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo.
“Meskipun hari ini takdir dan amanah rakyat menempatkan saya sebagai Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo, di dalam darah dan napas saya tidak pernah luntur sedikit pun rasa bangga sebagai kader Banser,” katanya.
Menurut Kang Wie, perubahan jabatan dan tanggung jawab tidak seharusnya menghilangkan semangat pengabdian yang telah dibangun sejak menjadi kader organisasi.
“Seragam boleh berganti dalam tugas kenegaraan, namun jiwa, ruh, dan komitmen khidmah saya tetap satu barisan dengan kalian,” imbuhnya.
Selain menekankan pengabdian kepada ulama dan NU, Kang Wie mengingatkan kader Banser mengenai tanggung jawab kebangsaan. Ia menilai kader Banser memiliki peran dalam menjaga persatuan, toleransi, keamanan sosial, dan keutuhan NKRI.

“Banser adalah kader bangsa. Banser adalah penjaga NKRI dalam situasi dan kondisi apa pun,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan kader agar terus memegang empat prinsip kebangsaan, yakni Pancasila sebagai falsafah negara, NKRI sebagai harga mati, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu bangsa, serta UUD 1945 sebagai konstitusi negara.
Kang Wie meminta Banser turut mengambil peran ketika masyarakat menghadapi berbagai potensi konflik sosial. Menurutnya, kader harus mampu menjadi bagian dari solusi dan menjaga suasana tetap kondusif.
“Di saat ancaman radikalisme, intoleransi, atau benturan sosial mencoba memecah belah bangsa, Banser harus hadir sebagai pemersatu,” katanya.
Ia juga mendorong Banser untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.
“Banser adalah aset strategis bangsa. Banser adalah benteng moral dan sosial yang menjaga Ponorogo tetap kondusif, damai, dan bermartabat,” tegas Kang Wie.
Ia berharap Apel Purifikasi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan dapat memperkuat disiplin, soliditas, serta orientasi pengabdian kader dalam menjalankan tugas organisasi.
“Jaga satu barisan, jaga marwah NU, dan kawal sanad perjuangan ini hingga akhir hayat,” pungkas Kang Wie.
Apel Purifikasi Satkorcab Banser Ponorogo menjadi bagian dari konsolidasi kader untuk memperkuat peran sosial dan kebangsaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen Banser dalam menjaga hubungan baik dengan ulama, masyarakat, dan berbagai elemen bangsa.
- Reporter: Minul Anggraeni












