Foto : Foto Pekerjaan pematangan lahan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jumat (24/7/2026).
PONOROGO | sibernas.co.id – Pembangunan Gedung Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ponorogo resmi memasuki tahap pekerjaan fisik. Proyek diawali dengan pematangan lahan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ponorogo Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp2.153.415.000.
Dimulainya pekerjaan tersebut menandai beralihnya proyek dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan konstruksi. Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis pemerintah yang diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.

Gedung Sekolah Rakyat akan dibangun di kawasan Jurang Gandul, Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, tepatnya di sisi selatan Sirkuit Ban Bunder. Lokasi tersebut dipersiapkan sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan dalam program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah.
Sebelum pekerjaan fisik dimulai, Pemerintah Kabupaten Ponorogo telah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan, mulai dari penyusunan Detail Engineering Design (DED), koordinasi teknis dengan sejumlah instansi terkait, hingga penyelesaian aspek legalitas lahan.
Lahan yang digunakan sebelumnya berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Namun, berdasarkan proses administrasi yang telah ditempuh, kawasan tersebut telah memperoleh persetujuan perubahan peruntukan dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada Februari 2026. Persetujuan tersebut menjadi dasar hukum pelaksanaan pembangunan fasilitas pendidikan di lokasi tersebut.
Mengacu pada informasi yang tertera di papan proyek, pekerjaan pematangan lahan dilaksanakan oleh CV. Muara Tirta, sementara pengawasan dilakukan oleh CV. Armenida. Kontrak pekerjaan dimulai pada 7 Juli 2026.
Tahap pematangan lahan menjadi bagian penting sebelum pembangunan gedung dimulai. Pekerjaan meliputi perataan permukaan tanah, pengurukan, pemadatan, serta penyiapan area agar memenuhi persyaratan teknis sebagai pondasi pembangunan gedung permanen.
Pelaksanaan proyek ini juga menjadi perhatian publik mengingat nilai anggaran yang mencapai lebih dari Rp2,153 miliar. Oleh karena itu, pelaksanaan pekerjaan diharapkan mengedepankan kualitas konstruksi, ketepatan waktu penyelesaian, transparansi penggunaan anggaran, serta kepatuhan terhadap spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Selain pengawasan dari pemerintah daerah dan konsultan pengawas, keterlibatan aparat pengawas internal maupun masyarakat dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan proyek berjalan sesuai kontrak dan menghasilkan bangunan yang berkualitas.
Apabila seluruh tahapan dapat diselesaikan sesuai rencana, Sekolah Rakyat di Ponorogo diharapkan tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang.
- Reporter: Minul Anggraeni.












