Rakor DPC AWDI Ponorogo Dikemas di Alam Terbuka, Sejenak Rileks untuk Bersyukur dan Menguatkan Kebersamaan

Foto : Lokasi Camping di Pantai Pidaan Kabupaten Pacitan, Minggu (6/9/2026). 

PONOROGO I sibernas.co.id – Kesibukan dan dinamika pekerjaan terkadang membuat seseorang lupa untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan menikmati kehidupan. Hal itulah yang menjadi bagian dari semangat Rapat Koordinasi Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (DPC AWDI) Kabupaten Ponorogo yang digelar selama dua hari, Sabtu–Ahad (5–6/9/2026).

Mengusung suasana alam terbuka, jajaran pengurus DPC AWDI Ponorogo memilih kawasan Pantai Pidaan, Pacitan, sebagai lokasi rangkaian kegiatan. Camping menjadi cara sederhana untuk keluar sejenak dari rutinitas, menyegarkan pikiran, sekaligus mensyukuri keindahan alam sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rekreasi. Di balik suasana santai dan keindahan alam, terselip pesan bahwa membangun organisasi juga membutuhkan ruang untuk beristirahat, melakukan refleksi, mempererat komunikasi, dan menikmati kebersamaan.

Rangkaian kegiatan DPC AWDI Ponorogo tersebut terdiri atas tiga agenda penting. Pertama, ziarah ke makam K.H. Abdul Manan Dipomenggolo sebagai momentum doa dan refleksi. Kedua, Rapat Koordinasi untuk mengevaluasi sekaligus menyusun arah organisasi. Ketiga, camping di Pantai Pidaan sebagai ruang kebersamaan, relaksasi, dan penyegaran setelah menjalankan berbagai aktivitas.

Konsep tersebut membuat suasana Rakor menjadi lebih cair. Pembahasan organisasi tetap berlangsung serius, namun dibalut suasana kekeluargaan dan kedekatan dengan alam.

Camping juga menjadi momentum untuk sejenak melepaskan diri dari kepadatan aktivitas jurnalistik. Di tengah deburan ombak dan suasana alam Pantai Pidaan, para pengurus dapat berbincang lebih leluasa, bertukar gagasan, serta membangun kedekatan personal yang menjadi modal penting dalam menjaga soliditas organisasi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPC AWDI Magetan, Bitner Sianturi, bersama sejumlah tokoh lokal Pacitan.

Ketua DPC AWDI Ponorogo, KRA. Anang Sastro, mengatakan kegiatan di alam terbuka tersebut bukan berarti mengurangi keseriusan organisasi dalam menjalankan program. Sebaliknya, suasana yang lebih rileks justru diharapkan mampu melahirkan komunikasi dan gagasan yang lebih terbuka.
Menurutnya, organisasi membutuhkan keseimbangan antara bekerja, berkoordinasi, dan menyediakan ruang untuk melakukan refleksi.

Salah satu hasil penting Rakor adalah kesepakatan untuk menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) AWDI Ponorogo pada pertengahan Desember 2026. Muscab tersebut diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus bagian dari proses regenerasi dan estafet kepemimpinan organisasi.

“Hasil musyawarah menyepakati Musyawarah Cabang akan digelar pada pertengahan Desember tahun ini. Ini sekaligus menjadi bagian dari regenerasi dan estafet kepemimpinan AWDI Ponorogo,” jelas Anang Sastro.

Selain agenda regenerasi, Rakor juga membahas langkah strategis untuk memperkuat eksistensi AWDI Ponorogo melalui perluasan jejaring dan kerja sama dengan berbagai stakeholder.
Komunikasi dan sinergitas dengan pemerintah daerah juga menjadi perhatian, termasuk membangun hubungan kelembagaan yang konstruktif dengan Bupati Ponorogo dan Ketua DPRD Ponorogo yang disebut sebagai dewan penasihat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Musyawarah Kerja, Yahya Ali Rahmawan, mengatakan AWDI Ponorogo akan memperkuat program sosial sebagai bentuk kontribusi organisasi kepada masyarakat.

Menurut Yahya, profesi wartawan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi. Wartawan juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kita bersama-sama menghilangkan image negatif dan meminimalisir anggapan bahwa wartawan hanya bisa menulis berita dan mengungkap fakta. Wartawan juga bisa berkegiatan positif dan sosial,” ungkapnya.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun citra organisasi yang lebih positif sekaligus memperluas ruang pengabdian insan pers di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, camping di Pantai Pidaan bukan sekadar perjalanan untuk bermalam di alam terbuka.

Ia menjadi ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas, menikmati keindahan ciptaan Tuhan, mensyukuri apa yang telah dilalui, serta menata kembali semangat untuk melangkah ke depan.

Dari alam, para pengurus belajar bahwa bekerja keras membutuhkan keseimbangan. Ada waktunya berkarya, ada waktunya berkoordinasi, dan ada waktunya rileks sejenak untuk bersyukur, menikmati keindahan alam, serta menguatkan kebersamaan.

Dengan semangat tersebut, Rakor DPC AWDI Ponorogo diharapkan mampu melahirkan organisasi yang semakin solid, profesional, adaptif, humanis, dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.

  • Reporter : Minul Anggraeni.