Foto : Rakercab II PSHT Jakarta Selatan: Konsolidasi Organisasi dan Program Kerja Terukur,Sabtu (26/9/2026).
JAKARTA SELATAN I sibernas.co.id – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jakarta Selatan menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) II Masa Bakti 2026–2031 di SMK Purnama, Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).
Rakercab yang diikuti sekitar 100 peserta dari unsur pengurus cabang dan ranting tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus konsolidasi untuk memastikan program organisasi lima tahun ke depan berjalan lebih terarah, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Kota Administrasi Jakarta Selatan, Farid Rahman, S.Sos. Dalam sambutannya, Farid berharap nilai-nilai persaudaraan PSHT tidak berhenti pada tataran ajaran, tetapi dapat diterjemahkan dalam program organisasi yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat.
Menurutnya, rapat kerja bukan sekadar agenda administratif. Forum tersebut menjadi ruang untuk menyatukan langkah, memperkuat koordinasi antarpengurus, sekaligus memastikan program yang telah dirumuskan dapat dilaksanakan secara nyata.
Program Harus Memiliki Target dan Ukuran Keberhasilan:

Ketua PSHT Cabang Jakarta Selatan, Kangmas Brigjen Marinir ARH Anggorojati, S.H., M.H., C.TMP., M.M., M.Han., menegaskan Rakercab II memiliki posisi penting dalam mengawal pelaksanaan kepengurusan Masa Bakti 2026–2031.
Ia meminta setiap bidang tidak berhenti pada penyusunan rencana, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi program dengan tujuan, sasaran, target, indikator keberhasilan, serta penanggung jawab yang jelas.
“Rakercab ini bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah forum untuk mengevaluasi apa yang telah kita kerjakan, melihat apa yang masih harus kita benahi, dan menetapkan arah kerja organisasi ke depan. Setiap program harus memiliki tujuan yang jelas, sasaran yang terukur, serta memberikan manfaat bagi warga Persaudaraan Setia Hati Terate maupun masyarakat,” tegas Anggorojati.
Ia juga menekankan pentingnya kesamaan langkah antara cabang, ranting hingga rayon. Koordinasi antartingkatan organisasi dinilai menjadi kunci agar hasil Rakercab tidak berhenti sebagai rumusan, tetapi benar-benar terlaksana secara konsisten.
Lima Bidang Strategis:
Rakercab II membahas lima bidang utama, yakni organisasi dan kaderisasi; prestasi, beladiri dan ajaran; pembinaan anggota; pemberdayaan anggota; serta pengabdian dan pemberdayaan masyarakat.
Kelima bidang tersebut menjadi fokus penyusunan dan penguatan program kerja organisasi selama Masa Bakti 2026–2031.

Pembahasan diarahkan pada upaya membangun sistem kerja yang lebih tertata, memperkuat pembinaan anggota, serta memastikan perkembangan organisasi tetap berlandaskan nilai-nilai persaudaraan, ajaran PSHT dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Sekitar 100 peserta mengikuti rangkaian Rakercab dengan fokus pada evaluasi program, penyusunan langkah kerja dan konsolidasi antarpengurus.
Jangan Berhenti di Atas Kertas:
Rakercab II juga menegaskan pentingnya pengawalan setelah program ditetapkan. Setiap keputusan organisasi diharapkan tidak berhenti pada tahap perumusan, melainkan dilanjutkan dengan pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pertanggungjawaban sesuai bidang masing-masing.
Dengan demikian, hasil Rakercab menjadi acuan kerja bagi jajaran PSHT Cabang Jakarta Selatan dalam menjalankan kepengurusan Masa Bakti 2026–2031.
Rangkaian Rakercab II ditutup oleh Anggota Dewan Cabang PSHT Jakarta Selatan, Kangmas Sukardi, dan dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta.
Rakercab II menjadi bagian dari konsolidasi organisasi PSHT Cabang Jakarta Selatan untuk memastikan program lima tahun ke depan memiliki arah yang jelas, target yang terukur, serta pelaksanaan yang dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan.
- Reporter : Agus.
- Editor : KRA. Anang Sastro.












