Konflik Organisasi Tak Surutkan Pembinaan Atlet, Kejuaraan Krida Antar Ranting / Komisariat SH Terate DKP Madiun 2026 Sukses Digelar

Foto : Kejuaraan Antar Ranting – Komisariat Krida PSHT DKP Madiun 2026 Sukses Digelar, Senin (28/9/2026).

MADIUN I sibernas.co.id – Dinamika dan konflik internal organisasi tidak menyurutkan semangat pembinaan prestasi atlet Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Daerah Khusus Pusat (DKP) Madiun. Hal itu terlihat dalam penutupan Krida Antar-Ranting dan Komisariat SH Terate Cup Daerah Khusus Pusat (DKP) Madiun 2026, yang berlangsung di GOR Krida Budaya, Jalan Merak Nomor 17, Kota Madiun, 22–27 September 2026.

Sebanyak 571 atlet dari kategori pra-remaja, remaja, hingga dewasa ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Ranting Dolopo tampil sebagai Juara Umum I, disusul Ranting Manguharjo sebagai Juara Umum II dan Ranting Nglames sebagai Juara Umum III.

Hasil tersebut menjadi penegasan bahwa proses pembinaan atlet tetap berjalan di tengah dinamika organisasi yang terjadi. Para atlet berlaith, bertandingdan menunjukkan prestasi melalui pembinaan yang terukur.

Persaingan antarranting berlangsung ketat. Konsistensi penampilan atlet Ranting Dolopo akhirnya mengantarkan kontingen tersebut menduduki posisi tertinggi. Sementara Manguharjo dan Nglames melengkapi tiga besar hasil kompetisi.

Ketua Harian DKP Madiun, Kangmas Ir. Tono Suhariyanto, mengatakan Krida bukan semata-mata tentang perebutan gelar juara, melainkan bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.

“Dalam rangka pembinaan atlet secara berkelanjutan, kami memberikan wadah kepada adik-adik di Daerah Khusus Madiun untuk melakukan pembinaan prestasi dengan lebih baik lagi ke depan,” ujar Kangmas Tono, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, kompetisi menjadi ruang penting untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi jenjang pertandingan yang lebih tinggi.

“Harapannya, adik-adik yang mengikuti pertandingan bisa memiliki prestasi lebih baik di jenjang berikutnya, baik tingkat provinsi, nasional, dan mudah-mudahan sampai tingkat internasional,” katanya.

Di tengah dinamika organisasi, geliat pembinaan tersebut justru memperlihatkan bahwa prestasi atlet tidak boleh berhenti hanya karena adanya persoalan di tingkat organisasi. Lapangan pertandingan tetap menjadi ruang bagi generasi muda SH Terate untuk mengembangkan kemampuan, menjaga disiplin dan membawa nama baik organisasi melalui prestasi.

Krida Antar-Ranting dan Komisariat SH Terate Cup 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan 104 tahun PSHT, yang berdiri pada 2 September 1922.

Lahirnya juara umum dan munculnya atlet-atlet berprestasi dari berbagai ranting menjadi catatan penting bahwa proses regenerasi tetap berjalan. Konflik organisasi boleh menjadi dinamika, tetapi pembinaan atlet dan masa depan prestasi tidak boleh ikut terhenti.

Ranting Dolopo sebagai Juara Umum I, Manguharjo Juara Umum II dan Nglames Juara Umum III menjadi gambaran konkret bahwa kompetisi, disiplin dan pembinaan berkelanjutan tetap menjadi fondasi dalam mencetak prestasi atlet SH Terate Pusat Madiun.

  • Reporter : KRA. Anang Sastro.