Foto : EBY Soroti PLTA Ngebel dalam Agenda Energi Nasional 100 GW: Bukan Sekadar Pembangkit, Tapi Penggerak Ekonomi, Jumat (18/9/2026).
PONOROGO | sibernas.co.id – Agenda pengembangan kapasitas listrik nasional menuju 100 gigawatt (GW) dinilai tidak boleh berhenti pada pembangunan pembangkit semata. Target tersebut harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat investasi, industri nasional, penciptaan lapangan kerja, inovasi teknologi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI, Dr. Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), saat melakukan kunjungan ke PLTA Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (18/9/2026).

Dalam kunjungannya, EBY menyoroti pentingnya memastikan keberlangsungan dan keamanan energi sebagai salah satu fondasi utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut EBY, keberadaan PLTA Ngebel memiliki nilai strategis karena pembangkit tersebut telah menjadi bagian dari sejarah kelistrikan Indonesia selama puluhan tahun.
Ia menyampaikan, pembangunan PLTA Ngebel mulai dikerjakan sekitar 1958/1959 dan kemudian resmi beroperasi pada 1968.
“Ini adalah salah satu komitmen kita, bahwa energi bisa tercukupi, ekonomi dipastikan aman. Kunjungan saya ini bertujuan untuk memastikan energi di PLTA Ngebel ini aman. Ini sesuai target Indonesia menuju 100 GW,” ujar EBY.

EBY menegaskan, ketahanan energi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menyediakan listrik, tetapi juga menyangkut kepastian bagi aktivitas ekonomi, investasi, industri, dan kehidupan masyarakat.
Karena itu, menurutnya, infrastruktur pembangkit yang telah menjadi bagian penting dalam sistem energi nasional perlu mendapat perhatian dan pengawalan secara berkelanjutan.
“Energi PLTA Ngebel ini harus didukung dan dikawal demi kesuksesan masyarakat Indonesia,” tegasnya.
Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung agenda penguatan energi nasional yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. “Saya akan terus mendukung, menyertai demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” katanya.
- PLTA Ngebel dan Tantangan Energi ke Depan:
Agenda menuju kapasitas listrik nasional 100 GW sekaligus menempatkan pembangkit energi terbarukan seperti PLTA dalam posisi penting.

Selain menghasilkan listrik, pengembangan energi juga memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan investasi, penguatan rantai industri dalam negeri, teknologi, serta penyerapan tenaga kerja.
Dalam konteks tersebut, PLTA Ngebel tidak hanya dapat dilihat sebagai aset pembangkit yang telah beroperasi sejak 1968, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan panjang infrastruktur energi di Indonesia.
Kunjungan EBY ke PLTA Ngebel menjadi penegasan bahwa ketahanan energi harus berjalan beriringan dengan ketahanan ekonomi. Ketika pasokan energi terjaga, ruang bagi investasi, produktivitas industri, dan aktivitas ekonomi masyarakat juga semakin terbuka.
Dengan demikian, agenda menuju 100 GW bukan sekadar mengejar angka kapasitas pembangkit, melainkan bagaimana tambahan kapasitas energi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

- Pewarta: KRA. Anang Sastro












