Sempat Diumumkan Juara 2, Peserta Anak Merdeka Run 2026 Ponorogo Didiskualifikasi: Sistem Verifikasi Panitia Dipertanyakan

PONOROGO | Sibernas.co.id – Merdeka Run Ponorogo 2026 menuai sorotan setelah seorang peserta anak, AR, siswi kelas VI SD Negeri 2 Ronowijayan, didiskualifikasi usai menyelesaikan lomba 10 kilometer dan sempat diumumkan sebagai peraih posisi kedua putri.

Panitia menyatakan AR tidak memenuhi persyaratan karena tidak membawa Handphone/GPS dan Personal Aid Kit. Ketentuan tersebut memang tercantum dalam persyaratan perlengkapan peserta yang dipublikasikan sebelum pelaksanaan lomba.

Namun persoalan utamanya kini bukan sekadar soal aturan, melainkan konsistensi sistem verifikasi panitia.

Jika perlengkapan tersebut menjadi syarat mutlak yang dapat menyebabkan diskualifikasi, mengapa peserta yang dinilai tidak memenuhi syarat tetap diperbolehkan start, berlari 10 kilometer, finis, bahkan sempat diumumkan sebagai juara dua?

Orang tua AR, Anang Sastro, menilai pemeriksaan seharusnya dilakukan sebelum perlombaan dimulai, bukan setelah peserta menyelesaikan seluruh pertandingan.

“Kalau memang syarat itu mutlak, seharusnya diperiksa sebelum start. Jangan anak sudah lari 10 kilometer, finis, bahkan diumumkan posisi kedua, baru dinyatakan tidak memenuhi syarat,” ujarnya, Sabtu (22/8/2026).

Peristiwa ini semakin disorot karena AR merupakan peserta anak. Ia telah berjuang menyelesaikan rute 10K, merasakan kegembiraan saat namanya diumumkan, sebelum akhirnya status tersebut dicabut.

Aturan memang harus ditegakkan. Tetapi penegakan aturan tidak boleh mengabaikan tanggung jawab panitia dalam melakukan verifikasi sejak awal.

Jika sejak garis start AR sudah tidak memenuhi syarat, seharusnya ia tidak dibiarkan bertanding.

Ketika peserta baru dinyatakan bermasalah setelah finis dan diumumkan sebagai juara, maka yang patut dievaluasi bukan hanya peserta, tetapi juga sistem penyelenggara. Dan sejak berita ini di rilis belum ada konfirmasi dari pihak panitia ataupun pihak pihak terkait.

  • Reporter: MA