Nganjuk | Sibernas.co.id — Upaya memastikan keamanan makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan. Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk memberikan pelatihan keamanan pangan siap saji kepada 47 relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Warujayeng 14.
Kegiatan berlangsung di SPPG Warujayeng 14, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jumat (28/8/2026). Pelatihan menjadi salah satu langkah peningkatan kapasitas penjamah makanan sekaligus mendukung pemenuhan standar higiene dan sanitasi SPPG.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, I Ketut Wijayadi, S.ST., mengatakan keamanan pangan harus menjadi perhatian sejak proses persiapan bahan hingga makanan diterima oleh penerima manfaat.
“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah mengingat pentingnya kesadaran akan higiene dan sanitasi dalam setiap tahapan pengolahan makanan, serta sebagai syarat untuk memiliki SLHS,” kata I Ketut.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai kebijakan keamanan pangan siap saji, isu strategis MBG, Standar Sanitation Operational Procedure (SSOP), potensi cemaran pangan dan penyakit bawaan makanan.

Materi lainnya meliputi tata cara pembersihan dan sanitasi peralatan, kebersihan lingkungan kerja, pengendalian vektor, tahapan produksi pangan siap saji, hingga perencanaan menu MBG.
I Ketut menjelaskan, Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan dokumen yang menunjukkan bahwa tempat pengolahan makanan dan minuman telah memenuhi standar kebersihan serta sanitasi yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk mendapatkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) diperlukan pelatihan keamanan pangan siap saji untuk setiap penjamah makanan pada SPPG, termasuk di SPPG Warujayeng 14 ini,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan standar tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan keamanan pangan dalam program MBG.
Pengawasan diperlukan untuk memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah memenuhi ketentuan higiene, sanitasi dan kecukupan gizi serta meminimalkan risiko kontaminasi pangan.
“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga menjamin makanan yang disajikan kepada penerima manfaat benar-benar aman, sehat, bergizi dan bebas dari risiko kontaminasi,” jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Riza Rohadi selaku pengelola atau mitra SPPG Warujayeng 14 mengatakan pelatihan tersebut memberikan bekal bagi para relawan dalam menjalankan prosedur sanitasi di lapangan.
Ia menilai kompetensi relawan dalam menjaga keamanan pangan memiliki kaitan langsung dengan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
“Melalui pelatihan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas relawan dengan dibekali Standar Operasional Prosedur sanitasi di lapangan. Juga bekal ilmu dalam menjaga higiene dan sanitasi pangan sangat menentukan kesehatan penerima manfaat serta keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” kata Riza.
Pelatihan tersebut dihadiri I Ketut Wijayadi, S.ST., selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat sekaligus Sanitarian Ahli Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Moh. Khomsun, ST., Jaini, ST., selaku Sanitarian Ahli Puskesmas Tanjunganom, serta Eddy Nurhayadi, SKM., MPH., selaku pemeriksa sanitasi.
Turut hadir pengelola atau mitra SPPG Warujayeng 14, pengawas gizi, pengawas keuangan, Aslap, serta perwakilan Yayasan Sekar Kedaton Asri, Madiun.
Dengan pelatihan tersebut, penerapan standar keamanan pangan di SPPG diharapkan semakin diperkuat, terutama dalam setiap tahapan pengolahan dan penyajian makanan bagi penerima manfaat program MBG.
- Reporter: Minul Anggraeni












