Dinamika Parluh PSHT Ke II Mengemuka, Tokoh Nambangan Kidul Fokus Amankan Wilayah

Foto : Tokoh Masyarakat Nambangan Kidul Perkuat Kekompakan, Jaga Keamanan dan Kondusivitas Wilayah, Sabtu (29/8/2026). 

MADIUN KOTA I sibernas.co.id –  Sejumlah tokoh masyarakat Nambangan Kidul, Kota Madiun, memperkuat komunikasi dan kekompakan sebagai langkah bersama untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta kondusivitas wilayah di tengah berkembangnya isu terkait Parapatan Luhur (Parluh) II dari pihak yang mmengaku dari PSHT.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Eko Wibowo, anggota DPRD Kota Madiun dari Fraksi Partai Golkar periode 2024–2029. Pertemuan dihadiri unsur LPMK, tiga pilar, RT/RW, serta tokoh masyarakat Nambangan Kidul.

Rapat menjadi ruang untuk menyatukan langkah agar situasi di lingkungan Nambangan Kidul tetap aman, tertib dan nyaman bagi seluruh masyarakat. Para tokoh menilai, komunikasi dan kebersamaan antarunsur masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga stabilitas wilayah.

Eko Wibowo, yang akrab disapa Eko Gerard, menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, setiap perkembangan situasi perlu disikapi dengan kepala dingin serta mengedepankan komunikasi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Yang utama adalah bagaimana Nambangan Kidul tetap aman, nyaman dan kondusif. Kita ingin masyarakat tetap tenang dan seluruh elemen bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya, Sabtu (29/8/2026).

Sebagai tindak lanjut, para tokoh masyarakat dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh warga Nambangan Kidul. Pertemuan tersebut rencananya dipusatkan di Lapangan Lhodowur.

Forum warga itu diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus membangun komitmen bersama untuk menjaga keamanan lingkungan. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Nambangan Kidul diharapkan tetap menjadi wilayah yang aman, nyaman dan kondusif bagi seluruh warganya.

Bagi para tokoh masyarakat, menjaga kondusivitas bukan semata tanggung jawab aparat, tetapi merupakan komitmen bersama seluruh warga. Komunikasi, kepedulian, dan kekompakan menjadi modal utama agar berbagai dinamika yang berkembang tidak mengganggu ketenteraman masyarakat.

  • Reporter : KRA. Anang Sastro.