PONOROGO | Sibernas.co.id – Aktivitas pertambangan di wilayah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, mendapat perhatian serius dari DPRD Provinsi Jawa Timur. Anggota DPRD Jatim, H. Miseri Efendy, turun langsung ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik tambang, menyusul banyaknya keluhan masyarakat yang masuk dalam beberapa waktu terakhir.
Sidak tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga serta hasil rapat koordinasi bersama DPRD Kabupaten Ponorogo yang sebelumnya membahas persoalan pertambangan di kawasan wisata Telaga Ngebel. Kawasan ini dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kerusakan lingkungan jika aktivitas tambang tidak dikendalikan dengan baik.
H. Miseri Efendy mengungkapkan, sebagian besar aduan masyarakat disampaikan secara langsung melalui pesan WhatsApp. Laporan tersebut mencakup dugaan ketidaksesuaian perizinan, potensi kerusakan lingkungan, hingga kekhawatiran terhadap keselamatan warga sekitar.
“Keluhan masyarakat cukup banyak dan tidak bisa dianggap sepele. Ngebel ini kawasan wisata sekaligus daerah resapan air, sehingga perlu perlindungan ekstra,” kata Miseri Efendy saat meninjau lokasi tambang.
Ia menegaskan, sidak ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang.
Dalam kegiatan tersebut, Miseri Efendy didampingi Hj. Atika Banowati, Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, serta perwakilan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perizinan, BPBD, dan instansi teknis terkait lainnya.
Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk bersikap tegas terhadap aktivitas tambang yang melanggar ketentuan. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Apabila ditemukan pelanggaran, Pemkab Ponorogo siap mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku. Kepentingan masyarakat dan lingkungan harus diutamakan,” ujarnya.
Sementara itu, Hj. Atika Banowati menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menangani persoalan pertambangan di Ngebel. Ia menyebut, hasil sidak ini akan ditindaklanjuti dengan kajian mendalam terkait legalitas, dokumen lingkungan, serta dampak sosial yang ditimbulkan.
“Semua temuan akan kami evaluasi bersama. Jika diperlukan, bisa saja direkomendasikan penertiban bahkan penghentian sementara aktivitas tambang,” jelasnya.
Masyarakat setempat berharap sidak ini tidak berhenti pada tahap peninjauan, tetapi benar-benar menghasilkan keputusan konkret yang berpihak pada perlindungan lingkungan dan keberlanjutan kawasan wisata Telaga Ngebel.
- Reporter: Minul Anggraeni












