Foto : Agus Pramono, S. STP., M. Hum, saat di konfirmasi tentang program Dua Titik Program PISEW di Kecamatan Slogohimo tahun 2025, Rabu (28/1/2026).
WONOGIRI I sibernas.co.id – Pelaksanaan Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun 2025 di Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, berjalan lancar dan telah rampung dikerjakan. Program ini dilaksanakan pada dua titik pembangunan dengan tujuan utama menghubungkan antar desa serta mendukung peningkatan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Program PISEW diawali dengan pembentukan Kelompok Kerja Antar Desa (KKAD), antara Desa Seco dan Desa Klugen di Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri. Adapun KKAD yang telah terbentuk adalah Selogan Bersaudara dan Lumintu. KKAD terbentuk, berperan sebagai wadah koordinasi antar desa guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai perencanaan dan kebutuhan masyarakat.
Pekerjaan fisik PISEW meliputi pembangunan infrastruktur penghubung antar desa dengan spesifikasi lebar jalan 3 meter dan ketebalan 15 cm, serta dilengkapi pembangunan talut sebagai penunjang keamanan dan kekuatan konstruksi. Secara keseluruhan, terdapat dua titik pembangunan yang kini telah selesai dikerjakan dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat.

Camat Slogohimo, Agus Pramono, S.STP., M.Hum., menyampaikan bahwa Program PISEW Tahun 2025 yang melibatkan Desa Seco, Desa Klugen, dan Desa Gunan di Kecamatan Slogohimo memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan wilayah.
Menurutnya, infrastruktur yang dibangun tidak hanya memperlancar akses antar desa, tetapi juga memperkuat konektivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Program PISEW ini bersifat menghubungkan antar desa dan sangat mendukung aktivitas masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial, maupun pelayanan. Kami bersyukur pelaksanaannya berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” ujar Agus Pramono, Rabu (28/1/2026).
Lebih lanjut, Agus Pramono (Camat Slogohimo_red), berharap agar masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut. Ia menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap infrastruktur desa agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Saya berharap masyarakat antar desa yang terlibat bisa merawat dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin. Infrastruktur ini bukan hanya sarana fisik, tetapi juga simbol kebersamaan dan persaudaraan antar desa. Dengan terjaganya fasilitas ini, diharapkan roda perekonomian desa semakin lancar dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” pungkasnya.
- Reporter : M. Anang Satstro.












