Foto : Ini Penjelasan Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jamus Kunto Terkait TPA Mrican Bakal Tutup, Senin (06/10/2025).
PONOROGO I siberjatim.co.id – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mrican bakal berhenti beroperasi mulai bulan depan. Hal ini dibenarkan oleh Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo Jamus Kunto.
Ia mengatakan, sesua hasil peninjauan TPA Mrican yang dilakukan Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular KLH, Agus Rusly beberapa waktu lalu. Pemkab Ponorogo mendapat sanksi keras, tidak diperbolehkan lagi membuang sampah di TPA Mrican terhitung mulai 7 Nobember 2025.
“Kita mendapat teguran keras dari KLH akibat penanganan sampah kita yang dinilai masih pasif, belum bergerak dari cara-cara yang lama sekedar open dumping. Belum mengarah ke kelas yang lebih bagus secara lingkungan misalnya seperti sanitary land fill atau lain sebagainya,”ujarnya, Senin (06/10/2025).
Menyikapi hal ini, Jamus Kunto mengaku sesuai instruksi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko, kebijakan jangka pendek yaitu memaksimalkan fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) yang ada di sejumlah Kecamatan guna mengurangi mobilisasi sampah ke TPA Mrican.
“Jadi mulai kita rubah mindset, bukan hanya sekedar membuang sampah ke TPA, tapi sampah itu harus kita kelola sebelum ke TPA sampah ini harus sudah selesai. Nah sebelum TPA itu ada TPS dan TPS3R, ini yang kita maksimalkan fungsinya,” akunya.
Jamus menambahkan, nantinya di TPS3R yang berjumlah 15 unit ini, akan dimaksimalkan sebagai tempat pemilahan sampah. Dimana beberapa TPS3R nanti akan menjadi TPS percontohan. Ia mengeklaim Pengurangan mobilisasi sampah ke TPA tinggal 30 persen hingga 0 persen.
“Nanti mulai dipilah, yang organik dijadikan pupuk, lalu sampah high value dan non value dirongsokan. Nah pupuk kompos hasil TPS ini akan digunakan OPD khususnya DLH untuk pupuk taman. Sehingga mereka ini mendapatkan finansial sehingga mereka dalam mengelolanya TPS lebih bersemangat,” tambahnya.
Sementara jangka panjang, Jamus mengungkapkan, edukasi dan sosialisasi pengolahan dan pemilihan sampah di tingkat desa sebagai hulu produksi sampah akan rutin dilakukan. Ia optimistis bila gerakan ini serentak dilakukan di Ponorogo, maka persoalan sampah akan selesai.
“Sampai ke tingkatan RT bagaimana sampah itu selesai ditingkatkan paling hulu. Kalau tidak ada kerja besar ini sampah ini tidak akan selesai, maka tidak salah kalau Ponorogo ini darurat sampah,”tandasnya.
- Reporter : Ika P.












