Pesan Dra. Arie Soeripan, M.M Ketua Granat Jatim : Narkoba Harus Dihindari

Foto : Dra. Arie Soeripan, M.M Ketua Granat Jatim di Sawoo- Ponorogo,Minggu (20/7/2025).

PONOROGO I siberjatim.co.id – Satu dekade, Aniversari Reyog Putri Sardulo Nareshwari digelar bersamaan dengan sosialisasi Anti Narkoba oleh Lembaga Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Ponorogo. Kegiatan bertempat di kediaman Tri Heny Astuti, Minggu (20/7/2025).

Agung Nugraha, S.H, KetuaLembaga Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Ponorogo saat di konfirmasi menjelaskan bahwa capaian satu dekade atau 10 tahun keberadaan Reyog Putri ini hal yang luar biasa. Dimana kesenian yang identik dengan kaum pria bisa dimainkan oleh oara wanita dan terus bisa eksis sampai sekarang ini.

Dirinya juga menyebut adanya Reog putri ini juga salah satu penunjang sebagai warisan Dunia Tak Benda dari UNESCO atas Reyog Ponorogo tak lepas dari keberadaan Reyog Putri dimana salah satu syaratnya kesenian bisa dimainkan laki laki dan perempuan.

Disisi lain, lanjut Agung Nugraha menjelaskan adanya bahaya narkoba yang semakin menghawatirkan juga jadi atensi pemerintah sehingga sengaja perhelatan ulang tahun Reyog Sardulo Nareshwari 1 dekade ini sengaja di sertai dengan sosialisasi anti narkoba dari Granat.

“Kita komitmen untuk terus menggempur narkoba, salah satunya berikan sosialisasi atas bahayanya penggunaan narkoba yang mengancam bangsa termasuk ke komunitas reyog,” jelas Agung.

Sementara itu, Tri Heny Astuti Ketua Reyog Putri yang juga Bendahara Granat, juga menjelaskan bahwa perjalanan 10 tahun Reyog ini tentu atas kerja sama dan dukungan dari semua pihak termasuk dari para bapak bapak yang mendukung ibu ibunya ikut reyog putri ini. Dirinya juga berharap agar Reyog Putri Sardulo Nareshwari selalu dicintai masyarakat dan juga bisa tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.

Ditemoat yang sama, Ketua Granat Jawa Timur, Dra. Arie Soeripan, M.M, juga menyampaikan pesan mendalam atas bahaya narkoba yang harus dihindari. Selain itu, dirinya juga menjabarkan bahwa kesenian Reyog adalah punya kita bersama sehingga perlu dilestarikan oleh seluruh masyarakat. ” Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikan kesenian yang sudah mendunia ini,” tegassnya.

Demikian Bunda Lisdyarita yang hadir pada kemeriahan 10 tahun Reyog Putri Sardulo Nareshwari, mengaku salut atas adanya Reyog Putri ini. ‘Kita semua harus bersatu gotong royong untuk bersama melestarikan kesenian Reyog Ponorogo yang luar biasa ini,”tandasnya

  • Reporter : M. Anang Sastro.