Foto : Pidato Presiden Prabowo di Gontor: Saat Nyebut bahwa Wartawan Itu Pinter Nyamar”, Sabtu (19/9/2026).
PONOROGO | sibernas.co.id – Ada momen spontan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).
Di hadapan ribuan peserta, Prabowo tiba-tiba menyoroti keberadaan wartawan yang berada di tengah-tengah audiens. Presiden bahkan melontarkan gurauan bahwa wartawan memiliki kemampuan “menyamar”.
Awalnya, Prabowo menyampaikan keinginannya agar suatu saat Gontor kembali mengundangnya dalam acara yang lebih kecil dan bersifat tertutup. “Kalau perlu tidak ada wartawan,” ujar Prabowo.
Namun, sesaat kemudian Prabowo justru mencari keberadaan wartawan di tengah peserta. “Mana wartawan, ada wartawan di sini?” tanya Prabowo. Setelah mengetahui sejumlah wartawan berada di antara para undangan, Prabowo kemudian berkelakar.
“Oh, pinter nyamar ya, kalian ini. Media ini nyamar di tengah-tengah audiens, jadi enggak terlalu kelihatan,” kata Prabowo.
Presiden Prabowo kemudian menegaskan bahwa pernyataannya tersebut disampaikan serius. Ia mengaku ingin suatu saat hadir dalam pertemuan yang lebih terbatas di Gontor. “Enggak ini, apa ya, saya ini serius ini. Ini permintaan dan tawaran, permintaan saya diundang tertutup,” ujarnya.
Presiden juga mengakui bahwa kehadiran wartawan membuat dirinya harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan pembicaraan. “Kalau di sini, ya saya juga harus hati-hati bicaranya,” kata Prabowo.
Pernyataan spontan tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam kunjungan Prabowo ke Gontor, di tengah agenda besar peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor.
Dari panggung peringatan satu abad tersebut, pernyataan Prabowo tentang wartawan sekaligus memperlihatkan satu hal, di tengah forum besar dan terbuka, keberadaan media tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari setiap pernyataan pejabat publik.
Dan seperti kata Presiden, wartawan ternyata bisa berada di tengah kerumunan tanpa selalu terlihat tetapi tetap mencatat apa yang disampaikan.

Sentilan Presiden Prabowo Subianto soal keberadaan wartawan tersebut, mendapat respon positif dari Ketua DPC AWDI (Asosiasi Wartwan Demokrasi Indonesia) Kabupaten Ponorogo, KRA. Anang Sastro yang juga pemilik media Sibernas.co.id.
Ia menilai pernyataan Presiden Prabowo yang menyebut wartawan “pinter nyamar” Itu justru menunjukkan bahwa keberadaan wartwan diperhitungkan oleh Presiden.
“Kalau menurut saya, Presiden Prabowo itu malah memperhitungkan keberadaan wartawan. Saya sangat suka dengan Presiden Prabowo,” ujar Anang Sastro.
Lebih lanjut, Anang Sastro, mengaku ingin dapat bertemu langsung dengan Presiden. Ia menyebut rasa hormatnya kepada Kepala Negara salah satunya ditunjukkan melalui dirinya foto di samping mobil kepresidenan sambil membawa buku yang diberikan dalam rangkaian acara 100 tahun Gontor.
“Sebenarnya saya ingin bisa bertemu secara langsung dengan Presiden. Itu saya buktikan dengan berfoto di mobil kepresidenan dengan membawa buku yang diberikan kepada kita,” tegasnya.
Menurut Anang Sastro, perhatian Presiden terhadap keberadaan wartawan menjadi sinyal bahwa pers tetap memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat dan tetap di hormati Presiden Prabowo Subianto.
- Reporter : Pelda TNI (Purn) Edi S.












