KEDIRI | Sibernas.co.id – Sebidang lahan kosong di lingkungan SDN 1 Darungan, Desa Darungan, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, kini berubah menjadi taman hijau yang dipenuhi tanaman pangan. Perubahan tersebut merupakan hasil program Taman Ketahanan Pangan yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 149 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Program tersebut tidak sekadar mengubah wajah lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk mengenal pentingnya ketahanan pangan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kebiasaan menanam sejak usia dini.
Berawal dari adanya lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara maksimal, mahasiswa KKN Kelompok 149 bersama pihak sekolah berinisiatif mengubah area tersebut menjadi taman yang lebih hijau, tertata, dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang belajar bagi siswa.
Dalam proses pembuatannya, mahasiswa juga memanfaatkan sejumlah barang bekas, seperti galon dan botol plastik, sebagai media tanam. Barang-barang yang sebelumnya tidak digunakan tersebut diolah kembali menjadi tempat menanam yang menarik sekaligus bermanfaat.
Taman tersebut kemudian ditanami sejumlah tanaman pangan sederhana, di antaranya cabai dan sawi.
Para siswa tidak hanya menjadi penonton dalam kegiatan tersebut. Mereka turut dilibatkan secara langsung, mulai dari menyiapkan media tanam, melakukan penanaman, hingga belajar merawat tanaman.
Melalui keterlibatan tersebut, siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai proses pertumbuhan tanaman serta memahami bahwa pangan yang dikonsumsi sehari-hari membutuhkan proses untuk ditanam dan dirawat.
Mahasiswa KKN Kelompok 149 UMM mengenalkan konsep ketahanan pangan melalui pendekatan sederhana yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Ketahanan pangan, menurut mahasiswa KKN, dapat dimulai dari langkah kecil, salah satunya dengan menanam dan merawat tanaman di lingkungan sekitar.
Selain mengenalkan tanaman pangan, pemanfaatan galon dan botol plastik bekas juga menjadi bagian dari edukasi kepedulian terhadap lingkungan. 
Siswa diajak memahami bahwa barang yang sudah tidak digunakan tidak selalu harus dibuang. Dengan kreativitas, barang bekas dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Setelah program dilaksanakan, lahan yang sebelumnya kosong kini berubah menjadi taman yang lebih hijau dan tertata.
Keberadaan taman tersebut diharapkan dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh pihak sekolah bersama para siswa sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Melalui program Taman Ketahanan Pangan ini, KKN Kelompok 149 Universitas Muhammadiyah Malang tidak hanya menghadirkan perubahan secara fisik di lingkungan sekolah.
Lebih dari itu, mahasiswa berupaya menanamkan kebiasaan baik kepada siswa untuk gemar menanam, menjaga lingkungan, serta memahami pentingnya pangan sehat.
Dari sebuah lahan kosong, kini tumbuh harapan dan kesadaran baru bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari langkah sederhana, dari lingkungan sekolah, dan ditanamkan sejak usia dini.
- Reporter: Minul Anggraeni












