Foto : Tragedi Laut Kembali Mengguncang Perairan Selat Bali, 31 Korban Selat, 30 Penumpang Dalam Pencarian,Rabu (02/7/2025).
BANYUWANGI I siberjatim.co.id – Tragedi laut kembali mengguncang perairan Selat Bali. Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam. Tenggelamnya KMP Tunu Pratama saat melakukan pelayaran dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Gilimanuk, Bali, Rabu (02/7/2025).
Kapal naas tersebut diketahui membawa total 65 orang yang terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru kapal, serta mengangkut 22 unit kendaraan, termasuk 14 truk tronton. Insiden ini terjadi saat kapal melintasi perairan Cekik, Bali.

Menurut Basarnas mengungkapkan identitas penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal tersebut tenggelam di lintasan Ketapang–Gilimanuk, sebanyak 31 penumpang.
Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Ribut Eko S dalam penyampaianya, mengatakan bahwa hingga saat ini data yang diterima ada 31 penumpang selamat, sementara enam penumpang lainnya ditemukan meninggal dunia.
Adapun identitas 31 penumpang selamat antara lain, Saroji, Saiful Munir, Mansun, Romi Alfa Hidayat, Sandi Wariawan, Supardi, Abu Khoir, M. Farid Wajdi, Erick Imbawani, Nurdin Yuswanto, Richo Krafsanjani.
Kemudian Ahmad Suyipno, Bahrul Ulum, Moh. Tri Wahyudi, Ansori, Muhamad Wajihi, Syamsul Hidayat, Ely Mustain, Ahmad Rokhan, Ibnul Bawait, Deni Hermanto, Muhammad Kholil, Bejo Santoso, Febriani, Imron, Nanda Sinta Alvani, Riky Prayuda Tama, Dimas Hadi, dan Eka Toniansyah.
Basarnas mengonfirmasi dari 31 korban selamat sebanyak 21 penumpang yang berdomisili di Banyuwangi, Jawa Timur telah lebih dulu diserahkan kepada keluarga di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 16.40 WIB.
Sedangkan enam korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi yaitu Anang Suryono, Eko Sastriyo, Elok Rumantini, Cahyani, Fitri April Lestari, dan Afnan Aqiel Mustafa. Jenazah keenam korban tiba di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi Kamis malam sekitar pukul 20.15 WIB, setelah diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Tim SAR gabungan masih terus melanjutkan pencarian terhadap 30 penumpang yang hingga kini belum ditemukan. Basarnas melaporkan lokasi bangkai kapal diperkirakan berada di kedalaman 50–55 meter, dan area pencarian bergeser sekitar 12 nautical mile ke arah selatan mengikuti arus dan cuaca.
Eko memastikan bahwa upaya pencarian akan diperkuat pada Jumat (4/7) dengan tambahan kapal dan helikopter dari berbagai potensi SAR, seperti LSTM KRI Teluk Ende, KRI Tongkol, serta heli milik Baharkam, dan pihak swasta.
Sebagaimana arahan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam peninjauannya di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur malam ini, kata dia, operasi SAR gabungan tetap harus memperhatikan keselamatan tim mengingat cuaca dan gelombang tinggi di selatan Pulau Bali.
- Reporter : Timsus.












